Cedera Mason Mount kembali membayangi Manchester United. Gelandang asal Inggris itu hanya bertahan kurang dari 20 menit setelah dimainkan sebagai starter saat Setan Merah ditahan imbang 1-1 oleh Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga persahabatan di Gothenburg, Sabtu. Alih-alih merayakan hasil positif, perhatian suporter justru tertuju pada kondisi pemain tersebut.
Hasil imbang ini sebenarnya cukup terhormat bagi United. Namun kabar cedera yang menimpa Mount kembali mencuat dan menjadi kekhawatiran utama. Sejak didatangkan dari Chelsea pada 2023, pemain berusia 27 tahun itu memang kerap bergumul dengan masalah kebugaran.
Cedera Mason Mount Kembali Jadi Sorotan
Mount terlihat mengalami cedera kaki saat laga di Swedia masih berjalan. Setelah berbincang dengan staf pelatih di pinggir lapangan, ia akhirnya meninggalkan lapangan dan digantikan oleh Tyler Fletcher. Saat itu, Manchester United sedang tertinggal 1-0 dari PSG. Ini tentu bukan perkembangan yang diinginkan oleh fans United.
Catatan kebugarannya menjadi perhatian serius. Mount baru mencatatkan 54 penampilan liga dalam tiga musim pertamanya di Old Trafford, dan banyak di antaranya hanya sebagai pemain pengganti. Jika cedera ini kembali memaksanya absen, United akan kehilangan salah satu opsi penting di lini tengah.
Jalannya Pertandingan: Sempat Tertinggal lalu Menyamakan
Manchester United sempat tertinggal 1-0 pada menit kedua setelah Ibrahim Mbaye mencetak gol untuk PSG. Gol tersebut lahir meski banyak pemain bintang PSG yang absen pada laga itu. United butuh waktu hingga menit ke-32 untuk menyamakan kedudukan.
Gol penyeimbang dicetak oleh Bryan Mbeumo setelah menerima umpan dari Amad Diallo. Diallo berhasil merebut bola terlebih dahulu sebelum mengirimkan bola kepada Mbeumo. Skor 1-1 pun bertahan sampai laga usai.
Bukan Cuma Mount: Heaton dan Insiden Kiper PSG
Kekhawatiran cedera di kubu United bertambah pada awal babak kedua. Kiper berusia 40 tahun, Tom Heaton, mengalami masalah pada hamstring kanannya saat berlari keluar untuk melakukan sapuan. Ia pun menambah daftar pemain yang perlu dipantau kondisinya.
Di sisi lain, Mbeumo nyaris mencetak gol keduanya andai penjaga gawang PSG, Matvey Safonov, tidak tampil gemilang. Safonov kemudian meninggalkan lapangan dengan cemoohan setelah lolos dari hukuman akibat menabrak Joshua Zirkzee jauh di luar area penalti. Dalam laga kompetitif, insiden seperti itu bisa berujung pada sanksi yang lebih serius.
Komentar Michael Carrick dan Tanda Positif
Manajer United, Michael Carrick, mengaku menikmati pertandingan ini. “Saya menikmatinya. Tantangan yang bagus. Sedikit berbeda dengan cara mereka bermain. Kami seharusnya mencetak lebih banyak gol,” ujarnya kepada MUTV. Namun di luar itu, ia merasa timnya menunjukkan sejumlah hal positif.
Carrick menjelaskan bahwa laga seperti ini bermanfaat karena para pemain harus memecahkan masalah sendiri dan menemukan jalan keluar. Menurutnya, itu adalah bagian dari persiapan menuju musim baru. “Ada banyak hal yang mungkin tidak selalu terlihat, tapi kami cukup senang. Ada beberapa tanda positif di sana,” tambahnya.
Di sisi lain, Bruno Fernandes yang tampil sebagai kapten mulai terlihat padu dengan rekrutan anyar Youri Tielemans. Ini menjadi sinyal positif untuk lini tengah United. Peluang tambahan di akhir laga juga sempat hadir lewat Tyler Fletcher, Shea Lacey, dan Fernandes.
Jadwal Uji Coba dan Awal Liga Inggris
Manchester United masih punya dua laga uji coba sebelum kompetisi resmi dimulai. Dua laga itu akan menjadi ajang evaluasi terakhir bagi Carrick. Setelah itu, fokus akan langsung tertuju pada laga pembuka Premier League.
Menghadapi Leeds di Dublin pada Rabu.
Menghadapi AC Milan di Wroclaw tiga hari kemudian.
Memulai Premier League dengan laga tandang melawan Hull, tim yang baru promosi, pada 22 Agustus.
Dengan sejumlah pemain yang cedera, United perlu bekerja ekstra menjaga kebugaran. Kehadiran pemain baru dan kondisi para pemain kunci akan sangat menentukan hasil di awal musim. Kondisi Mount menjadi salah satu yang paling dinantikan perkembangannya.
Krisis West Ham semakin nyata saat The Hammers mengawali musim baru pada Sabtu ini dengan laga putaran pertama Carabao Cup melawan Portsmouth. Pertandingan itu menjadi pengingat pahit atas degradasi dari Premier League musim lalu, sekaligus penegasan bahwa klub kini harus berjuang dari kasta kedua. Sudah sepuluh musim West Ham menempati London Stadium, dan berbagai “musim dingin” penuh ketidakpuasan pun pernah mereka lalui.
Musim panas ini menjadi salah satu yang terkelam, dengan berbagai faktor bertabrakan dan memperdalam duka degradasi. Sejumlah klub, termasuk West Ham pada 2011-12 ketika promosi langsung diraih di bawah arahan Sam Allardyce, pernah memanfaatkan Championship untuk berbenah dan menyegarkan diri. Namun, bisakah hal yang sama terjadi pada West Ham 2026, sementara gejolak ruang direksi justru kian memanas?
Krisis West Ham Makin Dalam: Sullivan Disarankan Tidak Hadir
West Ham memang dijagokan sebagai favorit promosi, tetapi di balik layar musim panas ini dipenuhi turbulensi, terutama di ruang direksi. Portsmouth akan membawa sekitar 9.000 pendukungnya pada Sabtu nanti, dan pertanyaan besarnya adalah: akankah David Sullivan hadir? Pekan ini terungkap bahwa operator London Stadium merekomendasikan mantan ketua bersama yang masih menjadi pemilik saham itu untuk menjauh, karena adanya “potensi demonstrasi dan perilaku antisosial dari sejumlah penonton”.
Sullivan diperkirakan tetap akan hadir, meskipun dewan penasihat penggemar telah menyatakan bahwa kehadirannya akan memicu “ketersinggungan dan kemarahan”. Sebagian pihak menilai ia ingin menikmati musim ini sebagai penggemar dan bersabar sebelum mempertimbangkan penjualan 38,8% sahamnya. Mengingat situasi pribadinya, kehadirannya jelas merupakan tindakan yang sangat tidak populer. Pada 25 Mei, ketika degradasi dipastikan meski West Ham menang kandang atas Leeds, Sullivan terpaksa meninggalkan stadion lebih awal demi keselamatannya sendiri.
Tuduhan Terhadap Sullivan dan Runtuhnya Kekuasaannya
Sullivan terus membantah tuduhan perilaku eksploitatif dan predator seksual terhadap perempuan selama beberapa dekade, sebagaimana diungkap dokumenter Panorama BBC pada awal Juni. Meski demikian, ia mundur dari jabatannya sehari sebelum penayangan “untuk menghindari gangguan pada klub selagi ia menangani masalah itu secara pribadi”. Bahkan sebelum tuduhan itu menjadi publik, Sullivan sudah menjadi sasaran kritik tajam atas kepemimpinannya yang dinilai membawa klub menurun drastis sejak menjuarai Europa Conference League pada Mei 2023.
Dana £100 juta dari penjualan Declan Rice pada musim panas itu disebut-sebut habis tanpa hasil yang berarti. Pahlawan Praha, Jarrod Bowen, yang kini menjadi kapten klub, memilih bertahan dan diberi tugas memimpin West Ham bangkit dari keterpurukan. Hingga akhirnya tersingkir, Sullivan sempat bertindak sebagai direktur sepak bola de facto klub, sebuah peran yang kerap membuat frustrasi departemen sepak bola. Sekutu utamanya, Karren Brady, mundur pada April ketika awan gelap mulai berkumpul, mengakhiri hubungan kerja yang sudah berjalan sejak 1990.
Siapa Pengganti Sullivan? Kretinsky dan Staveley Menghitung Langkah
Di kalangan pendukung, 50.000 tiket musiman telah terjual untuk upaya kembali ke Premier League. Namun, keinginan terbesar para penggemar adalah Sullivan hengkang sepenuhnya dari klub. Pengumuman mundurnya sempat menumbuhkan sedikit optimisme, tetapi kini arah masa depan klub justru semakin tidak jelas.
Saat Sullivan mundur, banyak yang menduga Daniel Kretinsky, miliarder Ceko pemilik Royal Mail yang memegang 27% saham West Ham sejak 2021, akan segera bergerak. Faktanya, pekan ini ia justru mengurangi kepemilikan sahamnya menjadi di bawah 25%, meskipun disebut-sebut sebagai bagian dari strategi. Di saat yang sama, muncul sosok yang akrab di dunia sepak bola: Amanda Staveley.
Staveley meninggalkan Newcastle pada Juli 2024 setelah berperan besar dalam mendatangkan Dana Investasi Publik Arab Saudi ke klub tersebut, dan kini ia ingin kembali ke sepak bola. Pada September lalu, ia sempat dikaitkan dengan pengambilalihan Tottenham, dan ia disebut akan menggunakan sumber pendanaan serupa untuk mengakuisisi West Ham. Di kalangan penggemar Newcastle yang tengah goyah musim panas ini, energi Staveley sangat dirindukan, dan sebagian suporter The Hammers berharap ia bisa memberi efek serupa.
Kuncinya ada pada 25% saham milik almarhum David Gold, mantan ketua bersama Sullivan. Saat Staveley mendekat, Kretinsky tampak siap menggunakan hak beli pertamanya atas saham itu dari Vanessa Gold, putri David yang kini menjabat ketua bersama. Jika ditambahkan ke 27% sahamnya, kepemilikan Kretinsky akan melampaui 50,1%, yang membuatnya wajib mengajukan tawaran pengambilalihan resmi.
Namun, dengan mengalihkan 2% saham kepada sekutu Ceko-nya, pengusaha Jakub Havrlant, Kretinsky kini terhindar dari kewajiban itu jika ia tetap memutuskan membeli saham Gold. Saham Sullivan juga memegang peran penentu dalam persamaan ini. Langkah Staveley selanjutnya pun dinanti dengan penuh antisipasi.
Dampak Krisis ke Skuad: Penjualan Besar dan Rekrutan Minim
Sementara pertarungan di ruang direksi berlangsung, bagaimana kabar tim di lapangan? Kedatangan bek Joël Veltman, yang berstatus bebas transfer setelah memperkuat Brighton dan Ajax, menjadi tambahan pertama di musim panas ini. Penjualan Mateus Fernandes ke Tottenham dan Crysencio Summerville ke Al-Hilal menghasilkan total £140 juta, setara dengan pendapatan siaran TV Premier League selama satu tahun. Adapun produk akademi Freddie Potts yang dilepas ke Club Brugge seharga £10 juta mengecewakan sebagian penggemar.
Penjualan-penjualan itu memang perlu dilakukan agar klub bisa mendatangkan pemain baru untuk mengarungi Championship. Ada ketertarikan pada Troy Parrott, striker Irlandia yang menjadi pahlawan lewat playoff Piala Dunia dan kini membela AZ Alkmaar. Namun, menarik pemain berkualitas ke level Championship ternyata punya kesulitan tersendiri bagi West Ham.
Di bangku pelatih, Nuno Espírito Santo tetap bertahan meski sebelumnya kepergiannya sempat diperkirakan. Ketenangan ala Nuno sangat dibutuhkan di klub yang kerap dilanda kepanikan, terlebih dengan kekosongan yang ditinggalkan situasi Sullivan. Degradasi dan minimnya aktivitas transfer pun semakin meningkatkan kecemasan di sekitar klub.
Jadwal awal musim juga tidak ramah: Burnley, Charlton, Watford, dan Wolves sudah menanti sebelum 1 September. Karim Virani, mantan karyawan klub yang hengkang pada 2020 dan terakhir berkarier di Glasgow Rangers, kembali sebagai kepala eksekutif interim. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk merajut West Ham kembali menjadi satu kesatuan yang utuh.
London Stadium: Rumah yang Tak Pernah Sepenuhnya Milik West Ham
Musim panas ini London Stadium menjadi tuan rumah konser Take That dan Metallica, serta ajang Diamond League pada Juli lalu, tempat Josh Kerr memecahkan rekor dunia mil. Pada Kamis, ada juga konfirmasi tawaran untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia 2029, setelah terjadi kebuntuan antara klub dan pemilik stadion. Semua itu menjadi pengingat lain bahwa kandang West Ham tidak akan pernah sepenuhnya menjadi milik mereka.
Sepuluh tahun setelah meninggalkan Boleyn Ground, para penggemar masih menyimpan rasa kesal terhadap stadion yang mereka tempati sekarang. Demikianlah syarat-syarat yang dulu disepakati Sullivan, Gold Sr, dan Brady untuk sebuah stadion yang terus diresahkan para suporter. Di stadion yang sama, Sullivan kini tidak mungkin dibuat merasa diterima.
Musim ini bagi West Ham bukan sekadar soal promosi kembali ke Premier League, melainkan juga soal siapa yang akan memegang kendali klub ke depan. Perebutan kekuasaan antara Kretinsky, Staveley, dan Sullivan akan menentukan arah kebijakan transfer, stabilitas ruang direksi, dan masa depan stadion. Di tengah semua itu, tim tetap harus bekerja keras di lapangan dengan skuad yang tengah bertransisi.
Perpaduan antara degradasi, tuduhan terhadap pemilik, kisruh ruang direksi, dan stadion yang tak terasa seperti rumah membuat musim ini menjadi ujian terbesar West Ham dalam satu dekade terakhir. Akankah mereka bangkit seperti musim 2011-12, atau justru terpuruk lebih dalam? Jawaban awalnya akan mulai terlihat pada Sabtu ini, saat Portsmouth datang ke London Stadium dan krisis West Ham memasuki babak baru.
Setiap musim baru Premier League selalu menghadirkan cerita menarik tentang pemain muda yang berhasil menembus tim utama, dan musim ini diprediksi tidak akan berbeda. Sejumlah bintang muda Premier League siap menunjukkan tajinya di panggung tertinggi sepak bola Inggris, mulai dari bek belia Arsenal hingga gelandang serang Tottenham. Setiap klub memiliki setidaknya satu kandidat yang berpotensi menjadi pembeda, baik karena bakat luar biasa maupun karena situasi tim yang membuka peluang.
Fenomena ini muncul di tengah ketatnya persaingan dan melambungnya biaya transfer yang membuat banyak klub lebih berani memberi menit bermain kepada pemain akademi. Kehadiran pelatih baru di sejumlah klub seperti Liverpool, Crystal Palace, Fulham, dan Newcastle juga mengubah hierarki tim, memberi angin segar bagi talenta muda untuk unjuk gigi. Artikel ini mengulas satu kandidat pemain muda dari masing-masing klub Premier League yang berpotensi menonjol musim ini.
Bek Muda yang Siap Menjaga Lini Pertahanan
Arsenal: Marli Salmon
Jika musim lalu publik Arsenal ramai membicarakan Dowman, kini giliran Marli Salmon yang mencuri perhatian. Bek berusia 16 tahun ini menjadi pemain termuda keempat yang pernah tampil untuk Arsenal setelah masuk sebagai pemain pengganti melawan Club Brugge di Liga Champions pada Desember lalu, tepatnya di usia 16 tahun 102 hari. Sepanjang musim lalu, Salmon tampil empat kali bersama tim utama dan 14 kali bersama tim U-21 di Premier League 2.
Catatan duel Salmon di Premier League 2 juga impresif. Ia memenangi 71,8 persen duel yang diikutinya (56 dari 78), dan hanya dua bek lain yang memiliki tingkat keberhasilan lebih baik di antara pemain bertahan dengan minimal 50 duel. Berposisi sebagai bek kanan atau bek tengah, Salmon telah menandatangani pra-kesepakatan untuk berkomitmen ke klub saat berusia 17 tahun akhir bulan ini, dan bukan tidak mungkin Mikel Arteta akan kembali memberinya kesempatan musim ini.
Bournemouth: Veljko Milosavljevic
Kepergian Marcos Senesi membuka celah di lini tengah pertahanan Bournemouth, dan Veljko Milosavljevic bisa menjadi sosok yang mengisinya. Pemain berusia 19 tahun yang bergabung dari Red Star Belgrade musim panas lalu ini memang baru mencatatkan tujuh penampilan di semua kompetisi. Namun, ia jelas merupakan bek muda yang menjanjikan dan siap mengambil peran lebih besar.
Pada debutnya di Premier League bulan September, Milosavljevic mencatatkan jumlah sapuan terbanyak dibanding pemain Bournemouth lainnya. Ia kemudian menjalani debut penuh bersama timnas Serbia pada Oktober, sebuah perkembangan yang menunjukkan kepercayaan pelatih terhadapnya. Marco Rose mungkin menginginkan bek yang lebih berpengalaman, apalagi mengingat banyaknya bek muda di skuad Bournemouth, tetapi Milosavljevic pasti berharap bisa melangkah lebih jauh musim ini.
Hull City: Charlie Hughes
Hull City mungkin akan kesulitan di Premier League musim ini, tetapi Charlie Hughes bisa menjadi permata tersembunyi. Bek tengah berusia 22 tahun ini menjadi tulang punggung pertahanan Hull musim lalu dengan memulai 36 pertandingan di Championship dan bermain penuh di setiap laga playoff yang mengantar mereka promosi. Ia dikenal memiliki kemauan luar biasa untuk berkorban demi tim.
Musim lalu, Hughes mencatatkan 1,54 blok per 90 menit, terbanyak di antara pemain reguler Championship. Ia juga membuat sapuan terbanyak per 90 menit (7,62) dibanding rekan setimnya yang bermain minimal 1.000 menit. Jika Hull ingin bertahan, performa konsisten Hughes di lini belakang akan menjadi salah satu kunci utamanya.
Leeds United: Jayden Lienou
Di bawah asuhan Daniel Farke, peluang bermain untuk pemain muda Leeds United musim lalu sangat terbatas. Pemain termuda yang tampil untuk Leeds adalah Facundo Buonanotte yang saat itu sudah berusia 21 tahun, dan bahkan ia hanya mendapat peran singkat di paruh kedua musim. Namun, Jayden Lienou mungkin mulai memenangi kepercayaan sang pelatih.
Bek berusia 18 tahun ini memulai hampir semua pertandingan PL2 Leeds musim lalu dan memenangi penguasaan bola 5,4 kali per 90 menit, terbanyak kedua di timnya. Ia satu-satunya pemain tim muda yang tampil di tiga laga pramusim pertama Leeds, dan dipanggil ke skuad senior Wales oleh Craig Bellamy pada Juni lalu. Prestasi ini menunjukkan bahwa Lienou sedang menanjak baik di level klub maupun timnas.
Gelandang Muda Berbakat yang Layak Dipantau
Brentford: Antoni Milambo
Musim debut Antoni Milambo di sepak bola Inggris berjalan sulit. Gelandang yang dibeli dari Feyenoord dengan biaya sekitar 21 juta pound sterling ini harus menepi lama akibat cedera ligamen lutut (ACL) yang dideritanya saat membela timnas pada Oktober. Ia jelas mengalami kemunduran, tetapi kini ia percaya diri bisa menembus skuat asuhan Keith Andrews.
Milambo pernah menjadi pemain termuda Feyenoord pada 2021 saat debut di usia 16 tahun. Namanya melambung pada musim 2024-25 sebagai gelandang box-to-box dengan visi menyerang yang baik dan ancaman nyata di area pertahanan lawan. Tidak ada pemain Eredivisie di bawah usia 21 tahun yang menyaingi catatan 14 kontribusi golnya di semua kompetisi musim itu, dan kini ia bisa menjadi aset dinamis di lini tengah Brentford.
Chelsea: Reggie Watson
Chelsea selalu memiliki deretan pemain muda berbakat, meski banyak yang tenggelam di tengah persaingan ketat. Setelah kehilangan Rio Ngumoha ke Liverpool beberapa tahun lalu, klub tampaknya berupaya lebih keras mempertahankan talenta muda lokal, dan salah satu yang paling mereka incar adalah Reggie Watson. Gelandang bertahan bertubuh tinggi berusia 16 tahun ini punya atribut fisik impresif, tetapi juga tenang dalam menguasai bola.
Watson memiliki kesadaran spasial yang baik dan bermain dengan kepribadian besar untuk seusianya, sehingga tidak heran ia sempat dibandingkan dengan Rodri. Xabi Alonso juga pernah berbicara tentang dirinya yang “sangat terkesan” dengan dampaknya di p
Trabzonspor resmi membuka negosiasi transfer untuk merekrut Mohamed Salah. Ketua klub asal Turki itu bahkan optimistis pemain asal Mesir tersebut bisa menandatangani kontrak pada pekan ini. Klub yang berbasis di pesisir Laut Hitam itu mengonfirmasi pembicaraan tersebut melalui pernyataan resmi.
Kabar ini muncul setelah Salah berstatus bebas transfer usai meninggalkan Liverpool pada musim panas ini. Sebelumnya, nama Salah sempat dikaitkan dengan Besiktas, tetapi negosiasi dengan klub asal Istanbul itu dilaporkan menemui jalan buntu. Kini Trabzonspor tampil sebagai peminat terbaru yang berharap bisa mengamankan jasa pemain berusia 34 tahun tersebut.
ATLANTA, GEORGIA – JULY 07: Mohamed Salah #10 of Egypt controls the ball during the FIFA World Cup 2026 Round of 16 match between Argentina and Egypt at Atlanta Stadium on July 07, 2026 in Atlanta, Georgia. Buda Mendes/Getty Images/AFP (Photo by Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Trabzonspor Buka Negosiasi dengan Mohamed Salah
Dalam pernyataan resminya, Trabzonspor menegaskan bahwa pembicaraan dengan Salah telah dimulai. “Negosiasi telah diluncurkan untuk mentransfer pemain sepak bola profesional Mohamed Salah, yang berstatus bebas, ke klub kami,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa tim asal kawasan Laut Hitam tersebut serius memboyong mantan bintang Liverpool.
Ketua Trabzonspor, Ertugrul Dogan, juga buka suara di depan penyiar A Spor. Ia menjelaskan bahwa transfer belum sepenuhnya tuntas, tetapi Salah dijadwalkan tiba di Istanbul pada Rabu untuk menjalani pemeriksaan medis. Setelah proses medis selesai, pemain asal Mesir itu diharapkan langsung terbang ke Trabzon untuk meneken kontrak.
Dogan belum memastikan kapan tepatnya kontrak akan diteken. Namun, ia memperkirakan penandatanganan bisa berlangsung pada Kamis. Jika semua berjalan mulus, Salah bakal resmi menjadi pemain anyar Trabzonspor dalam hitungan hari.
Rekam Jejak Mohamed Salah di Liverpool
Salah meninggalkan Liverpool setelah membela klub tersebut selama sembilan tahun. Selama periode itu, ia tampil dalam 442 pertandingan dan mencetak 257 gol. Bersama Liverpool, ia memenangi dua gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.
Musim 2024-25 menjadi puncak performa Salah bersama Liverpool. Ia mencetak 29 gol dan 18 assist di Premier League, sekaligus menyamai rekor liga untuk keterlibatan gol terbanyak dalam satu musim. Ia juga menorehkan rekor baru untuk musim dengan 38 pertandingan, dan menjadi pemain pertama yang meraih Sepatu Emas, Playmaker Award, serta gelar Pemain Terbaik Premier League dalam satu musim yang sama.
Namun, performa Salah justru menurun pada musim lalu. Ia hanya membukukan tujuh gol dan tujuh assist dalam 27 pertandingan liga, serta kerap duduk di bangku cadangan di ajang Liga Champions. Kondisi itu sempat memicu perseteruan publik dengan manajer Liverpool saat itu, Arne Slot.
Dampak Kedatangan Salah bagi Trabzonspor
Trabzonspor umumnya dianggap sebagai klub terbesar keempat di Turki, di belakang tiga raksasa Istanbul, yaitu Fenerbahce, Galatasaray, dan Besiktas. Musim lalu, tim ini finis di posisi ketiga Liga Super Turki. Hasil tersebut memastikan mereka berlaga di babak play-off Liga Europa musim depan.
Kedatangan Salah tentu menjadi suntikan besar bagi Trabzonspor, baik dari sisi kualitas maupun gengsi klub. Pengalamannya bermain di panggung tertinggi Eropa selama bertahun-tahun bisa menjadi pembeda di kompetisi domestik. Selain itu, statusnya sebagai salah satu bintang terbesar dunia juga berpotensi mendongkrak popularitas dan nilai komersial klub.
Meski begitu, ada risiko yang perlu diperhitungkan. Usia Salah yang sudah menginjak 34 tahun menjadi perhatian utama, terlebih tren performanya menurun pada musim lalu. Trabzonspor tentu berharap ia bisa kembali menemukan ketajamannya seperti saat mencatatkan musim 2024-25.
Persaingan dengan Besiktas dan Perjalanan Karier Salah
Sebelum Trabzonspor tampil, Salah sebenarnya sempat dekat dengan Besiktas. Direktur sepak bola Besiktas, Onder Ozen, menyebut negosiasi macet karena tuntutan finansial dan hak citra sang pemain, sebagaimana dilaporkan media lokal. Kebuntuan itulah yang kemudian membuka jalan bagi Trabzonspor untuk mengambil alih.
Perjalanan karier Salah di Eropa dimulai dari Basel pada 2012, sebelum ia kemudian pindah ke Chelsea. Ia juga sempat memperkuat Fiorentina dan Roma pada periode 2015 hingga 2017, sebelum akhirnya bersinar bersama Liverpool. Di Basel dan Chelsea, namanya mulai dikenal sebagai winger cepat dengan naluri gol yang tajam.
Dalam beberapa hari ke depan, perkembangan negosiasi ini dipastikan menjadi sorotan pecinta sepak bola Turki. Jika pemeriksaan medis dan penandatanganan kontrak berjalan sesuai rencana, Salah akan segera berseragam Trabzonspor. Publik tinggal menunggu apakah transfer mengejutkan ini benar-benar terwujud pekan ini.
Secara keseluruhan, Trabzonspor menunjukkan keseriusan tinggi untuk memboyong Mohamed Salah pada bursa transfer musim panas ini. Mulai dari pernyataan resmi, jadwal pemeriksaan medis, hingga target penandatanganan kontrak, semuanya disiapkan dalam hitungan hari. Kini, kelancaran proses medis dan kesepakatan kontrak menjadi penentu langkah selanjutnya.
Transfer ini berpotensi menjadi salah satu perekrutan paling bergengsi dalam sejarah sepak bola Turki. Seorang Mohamed Salah yang namanya sudah malang melintang di Eropa akan menambah daya tarik Liga Super Turki. Semua mata pun tertuju ke Trabzon untuk menyaksikan babak baru karier sang bintang Mesir.
Maxence Lacroix resmi bergabung dengan Chelsea dari Crystal Palace pada bursa transfer musim panas ini. Bek asal Prancis itu menjadi rekrutan kelima The Blues sekaligus target utama penguatan lini pertahanan mereka.
Lacroix, yang kini berusia 26 tahun, menandatangani kontrak berdurasi enam tahun bersama tim asuhan Xabi Alonso. Ia mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari klub berjuluk “klub yang indah” tersebut.
“Saya sangat bahagia menjadi bagian dari klub yang indah ini,” ujar Lacroix. “Semua orang tahu legenda Chelsea, tradisi kemenangannya, dan menjadi bagian dari itu adalah momen yang membanggakan. Saya pikir ini langkah terbaik bagi saya karena ini klub terbaik di dunia.”
“Saat berbicara dengan manajer, saya melihat kami memiliki arah dan keinginan yang sama untuk klub ini. Kami ingin menang. Ketika Anda melihat kualitas para pemain di sini dan segala yang ada di sekitar klub, itu adalah sesuatu yang bisa kami raih. Ambisinya adalah mengangkat trofi, dan saya tidak sabar untuk berkontribusi,” tambahnya.
Sebelum bergabung dengan Chelsea, Lacroix berhasil mempersembahkan Piala FA dan Conference League bagi Crystal Palace. Ia juga pernah tampil tiga kali untuk timnas Prancis di Piala Dunia, termasuk dalam laga perebutan medali perunggu yang berakhir dengan kekalahan 6-4 dari Inggris.
Rekrutan Kelima Chelsea di Bursa Transfer Musim Panas
Kedatangan Lacroix melengkapi daftar belanja pemain Chelsea pada musim panas ini. Sebelumnya, The Blues sudah lebih dulu mengamankan sejumlah nama baru untuk memperkuat skuad mereka.
Morgan Rogers dari Aston Villa — didatangkan dengan rekor klub
Marco Palestra dari Atalanta
Emmanuel Emegha dari Strasbourg
Geovany Quenda dari Sporting Lisbon
Lacroix Jadi Target Utama Pertahanan Chelsea
Manajemen Chelsea menjadikan Maxence Lacroix sebagai prioritas utama di sektor pertahanan pada jendela transfer kali ini. Kehadirannya diharapkan bisa menambah pengalaman di lini belakang yang musim lalu kehilangan banyak pemain kunci akibat cedera.
Perubahan Kebijakan Rekrutan Chelsea
Musim lalu menjadi musim yang mengecewakan bagi Chelsea. Tim asuhan Xabi Alonso itu hanya mampu finis di peringkat ke-10 klasemen akhir. Hasil buruk tersebut membuat pihak klub akhirnya mengakui perlunya perubahan kebijakan rekrutan.
Sebelumnya Chelsea dikenal gencar merekrut pemain muda yang minim
Women’s Super League (WSL) akan kembali menggunakan jam tayang malam Minggu pada musim depan setelah sebelumnya slot tersebut ditiadakan. Keputusan ini merupakan bagian dari perubahan besar dalam strategi siaran langsung kompetisi sepak bola wanita tertinggi di Inggris itu, menyusul angka penonton yang kurang memuaskan musim lalu.
Menurut laporan The Guardian, mulai musim 2026/27, WSL akan menyediakan enam slot waktu berbeda untuk stasiun televisi. Perubahan signifikan dari musim sebelumnya, di mana mayoritas pertandingan yang disiarkan berlangsung pada siang hari Sabtu dan Minggu, menjadi langkah baru untuk menarik lebih banyak pemirsa.
Enam Slot Waktu Baru untuk Siaran Langsung WSL
Pembagian Slot untuk Sky Sports dan BBC
Sky Sports, yang memegang hak siar langsung untuk 163 dari 182 pertandingan WSL, tetap mempertahankan jam tayang Sabtu pukul 12.45 siang dan Minggu pukul 12.00 siang. Namun, mereka juga mendapatkan slot baru yang reguler, yaitu Jumat malam pukul 19.00 dan Minggu sore pukul 18.00.
Sementara itu, BBC akan menyiarkan 19 pertandingan secara langsung pada Sabtu pukul 12.30 siang dan Minggu pukul 14.30 sore. Dengan adanya variasi waktu ini, diharapkan penonton memiliki lebih banyak pilihan untuk menonton laga-laga WSL.
Mengapa Jam Tayang Malam Minggu Kembali Dipakai?
Musim lalu, WSL menjadwalkan sebagian besar pertandingan pada pukul 12.00 siang hari Minggu. Akibatnya, beberapa pertandingan yang disiarkan secara bersamaan justru membuat jumlah penonton terpecah. Strategi baru WSL adalah menyebarkan pertandingan sepanjang akhir pekan agar tidak saling tumpang tindih.
Slot jam tayang WSL malam Minggu sempat dihapus musim lalu karena mendapatkan kritik dari klub dan penggemar, terutama karena tingkat kehadiran penonton di stadion yang rendah. Namun, slot ini justru sangat populer di kalangan penyiar televisi. Faktanya, jam tayang malam Minggu menjadi slot dengan performa terbaik Sky Sports pada musim 2024/25 dengan rata-rata penonton mencapai 144.000 orang.
Untuk menyeimbangkan kepentingan yang berbeda, WSL memajukan jam tayang malam Minggu sekitar 45 menit menjadi pukul 18.00. Beberapa penyesuaian juga akan dilakukan agar tidak bentrok dengan pertandingan Premier League yang biasanya dimulai pukul 16.30. Selain itu, WSL akan berusaha menjadwalkan laga derbi pada slot ini dan Jumat malam jika memungkinkan.
Konsultasi Panjang dengan Berbagai Pihak
Perubahan jadwal ini tidak dilakukan secara tiba-tiba. WSL telah melakukan konsultasi panjang dengan penyiar, klub, dan penggemar untuk mencari jadwal yang bisa memaksimalkan jumlah penonton di televisi maupun kehadiran langsung di stadion. Sky Sports sebagai pemegang hak siar utama (yang membayar sebagian besar dari total £65 juta bersama BBC) memiliki pengaruh besar dalam perubahan ini. BBC diperkirakan menyumbang sekitar £8 juta dalam biaya hak siar.
Musim lalu, The Guardian mengungkapkan bahwa WSL sedang mempertimbangkan perubahan jam tayang setelah Sky khususnya mengkhawatirkan angka penonton yang rendah untuk pertandingan siang hari. Contohnya, siaran langsung Sky atas kemenangan Arsenal melawan Liverpool pada bulan Desember hanya ditonton rata-rata 59.000 orang. Angka ini bahkan lebih rendah dari 71.000 penonton yang menyaksikan Arsenal vs Chelsea di slot yang sama sebulan sebelumnya.
Selain kesulitan menarik penonton kasual, penjadwalan hingga empat pertandingan dalam enam pertandingan mingguan di waktu yang sama juga membuat penggemar setia WSL kesulitan menonton lebih dari satu laga langsung. Dengan perubahan ini, WSL berharap dapat mengatasi masalah tersebut dan meningkatkan daya tarik kompetisi.
Kesimpulan: Langkah Strategis WSL untuk Masa Depan
Keputusan untuk mengembalikan slot jam tayang WSL malam Minggu serta menambah variasi waktu siaran langsung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan jumlah penonton dan pendapatan televisi. Dengan konsultasi yang matang dan penyesuaian terhadap masukan berbagai pihak, WSL optimis musim 2026/27 akan menjadi musim yang lebih sukses dari segi rating dan antusiasme penonton.
Enzo Maresca dan Tantangan Mengikuti Jejak Guardiola
Ketika Khaldoon al-Mubarak menyambut Enzo Maresca dengan hangat sebagai manajer baru Manchester City, ia berkata, “Selamat datang di rumah.” Kini, setelah dua periode sebelumnya di klub, tugas pelatih asal Italia itu adalah menjaga kepuasan ketua klub dan memastikan kontrak tiga tahunnya tidak berakhir lebih cepat. Untuk mencapai itu, masa kepemimpinan Maresca harus melanjutkan warisan gemilang Pep Guardiola yang telah meraih 20 trofi dalam satu dekade keunggulan.
Kunci sukses Manchester City di bawah asuhan pelatih berusia 46 tahun ini dapat diringkas dalam dua kata: “Pertahankan Rodri.” Namun, dengan Real Madrid yang hampir pasti akan melancarkan tawaran untuk gelandang nomor 6 yang tiada tanding, dan keinginannya untuk bermain bagi raksasa Spanyol, kepergian Rodri dari City mungkin tak terhindarkan.
Mengapa Rodri Begitu Vital bagi City?
Harapan terbaik Maresca untuk menghindari “menjadi David Moyes” — yang menggantikan Sir Alex Ferguson di Manchester United pada Mei 2013 dan hanya bertahan 34 pertandingan Premier League — adalah dengan mempertahankan Rodri. Gelandang Spanyol berusia 30 tahun ini baru saja memimpin negaranya meraih gelar Piala Dunia dan meraih Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen. Kontraknya berlaku hingga Juni, dan City menyatakan tidak berniat menjualnya serta terus berusaha meyakinkannya menandatangani perpanjangan yang sudah ditawarkan sejak lama.
Mengatakan bahwa City akan tetap menjadi pesaing gelar musim depan jika Rodri bertahan mungkin terdengar sederhana, sampai Anda meneliti CV-nya dan diingatkan akan peran pentingnya. Rodri menjadi kunci keberhasilan treble City, termasuk mencetak gol kemenangan di final Liga Champions melawan Inter. Ia juga menjadi bagian dari rangkaian 74 pertandingan tak terkalahkan bersama City sejak Februari 2023 hingga Mei 2024. Pep Guardiola pernah berkata, “Dia luar biasa, tak tergantikan. Gelandang terbaik di dunia, jauh di atas yang lain.”
Pengaruh Rodri di Level Domestik dan Internasional
Keberhasilan di Piala Dunia ini juga datang setelah Rodri menjadi bagian dari kemenangan Spanyol di Euro 2024 dan Piala Dunia Antarklub 2023, di mana ia kembali terpilih sebagai pemain terbaik turnamen. Namun, dalam dua musim sebelum Piala Dunia, cedera menghantuinya. Akibatnya, City gagal meraih gelar Premier League di kedua musim tersebut, menghentikan rekor empat gelar beruntun Guardiola.
Kemampuan Rodri dalam mengendalikan pertandingan kembali terlihat di Piala Dunia, contohnya saat ia mencekik Prancis di semifinal. Di level domestik maupun internasional, kualitas ini tak ternilai. Jika Maresca bisa menurunkan Rodri, City akan tetap ditakuti di liga dan benua Eropa. Cedera punggung yang membuat Rodri menjalani operasi pada Senin lalu tergolong ringan, tetapi keinginannya untuk memperluas wawasan klub — terutama di Spanyol — masih ada. Tidak ada kepastian ia akan bertahan, apalagi setelah resistensi awal presiden Real Madrid Florentino Pérez terhadap Rodri berubah, mungkin karena kebangkitannya di Piala Dunia dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih kepala yang membutuhkan ketenangan dan keanggunan Rodri.
Investasi City dan Kelas Rodri yang Tak Tergantikan
Manchester City telah menginvestasikan £116 juta untuk Elliot Anderson musim panas ini, seorang gelandang utama timnas Inggris yang mungkin akan bergabung dengan gelandang lain dari Lille, Ayyoub Bouaddi (18 tahun) yang juga tampil impresif di Piala Dunia bersama Maroko, dengan biaya sekitar £85 juta. Namun, baik Anderson, Bouaddi, Tijjani Reijnders, Mateo Kovacic, maupun Nico González tidak dapat mengklaim berada di kelas Rodri, yang kemungkinan besar akan meraih Ballon d’Or kedua setelah aksinya di Piala Dunia.
Pengalaman Maresca dan Perbandingan dengan Moyes
Maresca memenangkan Championship bersama Leicester pada 2024, kemudian membawa Chelsea ke posisi keempat Premier League dan meraih gelar Conference League musim berikutnya. Ia juga menjuarai Piala Dunia Antarklub yang diperluas, termasuk kemenangan 3-0 atas Paris Saint-Germain di final. Semua ini meyakinkan al-Mubarak dan CEO Ferran Soriano bahwa Maresca adalah orang yang bisa sukses setelah era Guardiola.
Namun, seperti yang disinggung Maresca dalam konferensi pers perkenalannya — dengan frasa “setelah Sir Alex” — mengikuti langsung sosok hebat bisa berbahaya. Perbandingan dengan Moyes memang kurang tepat. Moyes tiba di United tanpa piala dan tanpa pengalaman tekanan klub elite. Sebaliknya, Maresca memiliki pengalaman satu setengah musim di lingkungan panas Chelsea dan, dengan pengalaman sebelumnya di City, ia sudah paham organisasi tempatnya kini memainkan peran penting.
Masa Depan Rodri: Antara City dan Real Madrid
City masih memiliki lima minggu bursa transfer untuk meyakinkan Rodri bahwa masa depannya ada di klub. Sikap Guardiola selalu tidak menghalangi pemain yang ingin pergi. Logikanya sederhana: apa gunanya mempertahankan karyawan yang tidak bahagia? Dalam kasus ini, Rodri juga ingin kembali ke kota kelahirannya. “Bermain untuk Atlético Madrid sebelumnya tidak akan menghalangi saya bermain untuk Real Madrid,” ujar Rodri pada Maret lalu. “Ada pemain lain yang melakukan itu sebelumnya. Mungkin bukan transfer langsung, tapi pada akhirnya. Anda tidak bisa menolak salah satu klub terbaik dunia.”
Bahkan boikot Real Madrid atas upacara Ballon d’Or Rodri pada November 2024 — sebagai protes atas kegagalan Vinícius Júnior memenangkan suara — jelas tidak menghalangi gelandang ini untuk menganggap Bernabéu bisa menjadi rumah, sama seperti al-Mubarak menyebut City sebagai rumah bagi Maresca.
Kesimpulan: Kunci Sukses Manchester City di Tangan Rodri
Kunci sukses Manchester City di era Enzo Maresca sangat bergantung pada apakah Rodri bertahan atau tidak. Tanpa Rodri, City kehilangan elemen pengontrol permainan yang tak tergantikan. Dengan Rodri, Maresca memiliki fondasi untuk melanjutkan dominasi Guardiola. Sisa bursa transfer akan menjadi penentu apakah City mampu mempertahankan aset paling berharga mereka, atau harus mulai membangun ulang tanpa sang maestro lini tengah.
Klub Serie A, Inter Milan, semakin dekat untuk mendatangkan John Stones secara gratis. Bek berusia 32 tahun itu resmi meninggalkan Manchester City pada Juni lalu setelah kontraknya habis. Ketertarikan Inter terhadap John Stones sebenarnya sudah muncul sebelum Piala Dunia, bersama rival domestik Juventus. Namun setelah John Stones tampil impresif bersama Inggris hingga semifinal turnamen, posisi Inter semakin unggul dalam perburuan pemain.
Performa Stones di Piala Dunia
Meski musim lalu hanya tampil 13 kali untuk City sebelum cedera di Desember, John Stones tetap dipercaya oleh pelatih Thomas Tuchel di timnas Inggris. Ia menjadi starter di laga pembuka melawan Kroasia, kemudian masuk sebagai pemain pengganti saat mengalahkan Republik Demokratik Kongo dan Meksiko. Dua penampilan starter lainnya terjadi di perempat final kontra Norwegia dan semifinal melawan Argentina yang berakhir 2-1 untuk kekalahan Inggris. Konsistensi fisik dan pengalaman Stones menjadi nilai tambah di mata Inter.
Ambisi Stones Setelah Cedera
Menjelang akhir musim lalu, John Stones mengungkapkan keinginannya untuk terus bermain di level tertinggi. “Saya masih merasa punya banyak hal untuk diberikan kepada klub. Saya dalam kondisi fisik yang baik. Masih banyak yang bisa diperjuangkan dalam karier saya, dan tantangan baru akan menarik,” ujarnya. “Saya membuka pikiran. Saya bisa membawa apa yang sudah saya pelajari di sini dan mungkin meneruskannya.” Pernyataan ini menunjukkan kesiapan Stones untuk pindah ke klub seperti Inter.
Ancaman dari Premier League
Meski Inter optimistis bisa merekrut John Stones, kesepakatan bisa gagal jika ada klub Premier League yang menyatakan minat. Arsenal saat ini kehilangan William Saliba karena cedera punggung dalam waktu lama, sehingga Mikel Arteta butuh bek tambahan. Sementara Chelsea di bawah asuhan Xabi Alonso diperkirakan akan bermain dengan tiga bek tengah, sehingga mereka juga mencari setidaknya satu bek baru. Namun hingga saat ini, baik Arsenal maupun Chelsea belum bergerak untuk mendatangkan John Stones.
Dengan pengalaman bermain di level tertinggi dan performa solid di Piala Dunia, John Stones menjadi opsi menarik bagi Inter untuk memperkuat lini belakang. Apalagi dengan status bebas transfer, risiko finansial minimal. Kini tinggal menunggu keputusan sang pemain dan kemungkinan kejutan dari klub Inggris.
Kesimpulan
Inter Milan semakin percaya diri mendapatkan John Stones setelah penampilan gemilangnya bersama Inggris. Namun persaingan masih terbuka jika klub Premier League seperti Arsenal atau Chelsea serius. Langkah Inter merekrut bek senior ini bisa menjadi tambahan kualitas dan pengalaman untuk skuad Nerazzurri musim depan.
Régis Le Bris, pelatih kepala Sunderland, dengan tegas menutup kemungkinan transfer Granit Xhaka ke Chelsea. Ia menyatakan bahwa saga pengejaran Chelsea terhadap kapten Sunderland itu sudah “selesai” dan tidak ada kemungkinan klubnya melepas pemain kunci tersebut pada bursa transfer musim panas ini.
Pernyataan ini muncul setelah Chelsea dikabarkan melayangkan tawaran senilai £8 juta untuk pemain berusia 33 tahun itu. Xhaka menjadi incaran manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, yang ingin bersatu kembali dengan mantan gelandangnya saat sama-sama di Bayer Leverkusen.
Komitmen Xhaka pada Sunderland
Menurut Le Bris, keinginan Xhaka bertahan di Sunderland sudah sangat jelas. “Tidak, topik ini sudah ditutup,” ujar Le Bris usai laga persahabatan melawan Liverpool di Nashville, seperti dilansir dari sumber berita. “Ia sudah sangat jelas soal masa depannya. Ia mencintai Sunderland, ia ingin tetap di Sunderland. Ia ingin membangun masa depan Sunderland. Ia adalah kapten yang baik, pemimpin yang hebat.”
Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran Xhaka di tim. Musim lalu, ia menjadi motor utama Sunderland sukses lolos ke Liga Europa setelah promosi ke Premier League. Kehilangan pemain sekaliber Xhaka tentu akan menjadi pukulan berat bagi tim yang musim depan harus berlaga di kompetisi Eropa.
Aktivitas Transfer Sunderland yang Tenang
Meski akan menghadapi jadwal padat dengan adanya partisipasi di Liga Europa, Sunderland tergolong tenang di bursa transfer. Sejauh ini, mereka hanya mendatangkan bek senior asal Belgia, Thomas Meunier, dengan status bebas transfer dari Lille. Le Bris mengakui akan ada tambahan pemain, namun ia menegaskan bursa transfer kali ini jauh berbeda dibanding musim lalu.
“Akan sepi. Di bawah radar, ya? Saya tidak akan memberikan informasi,” tambah Le Bris. “Sebab saya pikir kami bekerja keras di belakang layar, dan sangat penting untuk tenang karena kalau tidak akan kacau. Kami mungkin akan melihat bursa transfer yang berbeda jika dibandingkan musim lalu. Kami harus merekrut 14 pemain baru. Tidak akan seperti itu tahun ini. Kita lihat saja nanti.”
Dampak pada Rencana Chelsea
Keputusan Sunderland ini tentu memaksa Chelsea mencari alternatif lain untuk memperkuat lini tengah. Xabi Alonso harus segera mengalihkan target ke pemain lain yang lebih realistis. Bagi Sunderland, mempertahankan Xhaka bukan hanya soal kapten tim, tetapi juga menjaga stabilitas ruang ganti dan performa di atas lapangan.
Sunderland menghadapi musim yang menantang dengan jadwal padat. Namun, dengan komitmen Xhaka yang sudah jelas, fokus tim kini beralih ke persiapan pramusim dan penguatan skuad secara bertahap.
Kesimpulannya, saga transfer Granit Xhaka ke Chelsea resmi berakhir. Sunderland berhasil mempertahankan pemain kuncinya, sementara Chelsea harus gigit jari dan mencari opsi lain. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa Sunderland tidak akan mudah menjual aset penting mereka, terutama di tengah persaingan ketat Premier League dan Eropa.
Arsenal dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan mengejutkan untuk mendatangkan Vinícius Júnior dari Real Madrid. Klub asal London Utara itu telah melakukan pendekatan awal kepada pemain asal Brasil yang kontraknya di Santiago Bernabéu hanya tersisa satu tahun lagi.
Langkah ini masih dalam tahap awal, namun Mikel Arteta sangat ingin mendatangkan Vinícius Júnior ke Arsenal sebagai nama besar yang bisa membawa klub kembali ke puncak. Musim lalu, Vinícius mencetak 22 gol untuk Real Madrid dan 4 gol untuk Brasil di Piala Dunia, menjadikannya salah satu pemain paling diincar di bursa transfer.
Alternatif dan Target Lain di Lini Serang
Selain Vinícius, Arsenal juga memantau beberapa pemain lain seperti Julián Álvarez (Atlético Madrid), Yan Diomande (RB Leipzig), dan Bradley Barcola (Paris Saint-Germain). Spekulasi transfer ini muncul di tengah kesibukan Arsenal yang sudah merekrut Christos Tzolis dari Club Brugge seharga £34 juta untuk memperkuat opsi serangan.
Sebelumnya, Morgan Rogers juga masuk radar Arsenal, namun The Gunners tidak bersedia membayar lebih dari £80 juta untuk pemain Inggris tersebut. Ia akhirnya bergabung dengan Chelsea dalam kesepakatan senilai £117 juta yang memecahkan rekor transfer di Inggris.
Kontrak Pendek dan Situasi di Real Madrid
Ketidakpastian masa depan Vinícius di Real Madrid semakin terasa setelah kembalinya José Mourinho sebagai pelatih. Mourinho dikabarkan telah menandatangani kontrak tiga tahun dan bisa memutuskan untuk menjual Vinícius daripada kehilangan dirinya secara gratis setahun lagi.
Hubungan antara Mourinho dan Vinícius sempat memanas. Saat Vinícius dituduh menjadi korban pelecehan rasial oleh Gianluca Prestianni (Benfica) di Liga Champions, Mourinho—yang saat itu melatih Benfica—berkomentar bahwa “ada sesuatu yang selalu terjadi” di pertandingan-pertandingan Vinícius. Prestianni kemudian diskors enam pertandingan setelah mengakui menggunakan bahasa homofobik kepada Vinícius.
Tambahan Pemain Lain dan Kandidat Brasil Lainnya
Selain Tzolis, Arsenal juga telah mempermanenkan Piero Hincapié setelah masa pinjaman, serta mendatangkan kiper Illan Meslier yang habis kontrak dari Leeds. Tiga tambahan ini menjadi modal awal Arteta menyongsong musim baru.
Target lain yang masih diburu adalah gelandang Brasil Bruno Guimarães dari Newcastle. Manajer Newcastle, Eddie Howe, belum bisa memastikan masa depan Guimarães. Ia hanya mengatakan, “Kami tidak ingin kehilangan pemain terbaik. Saya telah berbicara dengan Bruno, dia pribadi yang fantastis. Kami melakukan percakapan yang baik sebelum, selama, dan setelah Piala Dunia. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan masa depannya.”
Kesimpulan
Langkah Arsenal mendekati Vinícius Júnior menjadi salah satu cerita transfer paling menarik di jendela ini. Dengan kontrak yang tersisa setahun, Real Madrid mungkin terbuka untuk melepasnya dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Jika berhasil, kedatangan bintang Brasil itu bisa menjadi transfer Vinícius Júnior ke Arsenal yang paling sensasional di Premier League. Namun, persaingan dengan klub lain dan dinamika internal Real Madrid masih menjadi faktor penentu.