Pertandingan Serbia vs Iraq Berjalan Meski Terputus Dua Jam
Dapatkah Prancis memenangkan pertandingan di malam yang panas, lembab, berair, dan menyerang dengan petir dalam Stadion Philadelphia? Jawabannya jelas ya. Meskipun putus lebih dari dua jam setelah petir berkepanjangan mengganggu permainan, Prancis berhasil melewati tantangan fisik Iraq, juga meneruskan duel pribadi Kylian Mbappé dengan Lionel Messi.
Kylian Mbappé Mengoleksi 100 Keputusan dan Dilibas Fungsi Pertahanan Iraq
Pertandingan dimulai dengan Kylian Mbappé mencetak dua gol pada laga ke-100 kiperanya. Gol pertama datang dari luar kotak penalti setelah dominasi Prancis, sementara yang kedua didapat dari gawang kosong setelah pertahanan buruk Iraq. Ousmane Dembélé menambah satu gol lainnya sebagai gol pertamanya di turnamen besar. Didier Deschamps juga mampu memastikan lulus ke babak selanjutnya, melewatkan beberapa pemain dari tim utama dan bahkan mengistirahatkan Dembélé dan Michael Olise setengah jam, merencanakan mereka untuk pertandingan yang lebih sulit.
Mbappé Menjadi Dstabing di Genggaman
Prancis memulai dengan tekanan intens pada gawang Iraq. Paling tidak 10 menit tekanan berkelanjutan dan tiga gelandang mencoba membantu, membuat pertahanan tidak bisa melampaui garis enam yard. Di saat yang sama, Kylian Mbappé mendapatkan ruang untuk mengambil posisi di kotak penalti.
Olise Membantu Mbappé Menorehkan Gol Pertama
Pembuatan assist datang dari Olise setelah perpindahan bola ke kanan Jules Koundé. Assist ini tidak memerlukan kreativitas, hanya sekedar dorongan bola yang langsung berubah menjadi tembakan keras dari Mbappé. Ahmed Basil mencoba mengantisipasi tetapi tak bisa mencegah gol tersebut. Reaksi Mbappé setelah mencetak golnya sangat gembira.
Pertandingan Berjalan Tanpa Gol Lain Hingga Putaran Pertama Selesai
Iraq bermain aman tanpa kebobolan lagi sebelum putaran pertama selesai. Pengganti wajib, Ali al-Hamadi mengambil alih dari kapten yang cedera Aymen Hussein, dan membantu Iraq mempertahankan skor 0-2.
Storm Berkepanjangan Menunda Pertandingan
Setelah jeda setengah jam, hujan turun semakin deras. Stadion Philadelphia, hampir sepenuhnya terbuka, membuat orang-orang berbondong-bondong mengambil perlindungan air. 10 menit sebelum jeda pertandingan, peluit panjat ditiup dan penonton diminta masuk ke dalam.
Pertandingan Dimulai Setelah Hujan Berhenti
Setelah berhenti selama dua jam dan 11 menit, pertandingan akhirnya dimulai. Stadion dan para penggemar Iraq tetap merayakan dengan riang, mungkin dipengaruhi oleh kabar tidak ada putaran kedua untuk istirahat air.
Mbappé dan Dembélé Menunjukkan Kemampuan Terbaiknya
Dalam 10 menit tersisa, pertahanan Iraq begitu buruk sehingga Zaid Tahseen, penjaga gawang, mengalami kesalahan dalam pasokan bola. Ahmed Basil mencoba mengantarkan bola tetapi hanya mempercepat kemajuan Dembélé yang mendekat. Mbappé langsung menerima bola dari Dembélé dan menyelesaikannya dengan mudah.
Mbappé Melanjutkan Kemenangannya di Piala Dunia
Dembélé mencetak golnya sendiri pada setengah jam berikutnya, setelah gerakan khas Ousmane Dembélé mengantarkannya ke goal. Tiga pemain ini ditarik setelah itu oleh pelatih.
Komentar Pelatih Iraq
Pelatih kepala Iraq, Graham Arnold, mengatakan, “Keterjangan dua jam di tengah pertandingan membuat tantangan lebih besar bagi kami dan jeda tersebut mungkin menyumbang kepada beberapa kesalahan yang diperbuat. Saya katakan kepada mereka sebelum jeda setengah jam, semua tentang siapa akan fokus terlebih dahulu. Tapi Anda harus melihat sisi positifnya, kita bermain melawan tim no 1 atau 2 di dunia dan kita memiliki posisi lebih baik dalam penguasaan bola. Saya merasa mereka bukan tim yang bagus untuk menerapkan tekanan, tetapi kami tidak bisa mengalahkan mereka.”
Kesimpulan
Pertandingan ini menunjukkan bahwa Prancis masih memiliki banyak kemenangan di belakangnya, meski menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem. Penampilan Mbappé dan Dembélé terus menjadi pilar utama tim, sementara Deschamps telah berhasil mempertahankan rencana strategi mereka dengan baik.
