Laga Hull vs Everton di MKM Stadium berakhir sama kuat 2-2, dengan Mohamed Belloumi keluar sebagai penyelamat tuan rumah lewat golnya di menit ke-74. Hasil imbang ini membuat Hull tetap menjaga rekor tak terkalahkan di kandang sejak kembali ke Premier League. Everton dua kali memimpin jalannya pertandingan, tetapi tidak mampu mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir.
Pertandingan berlangsung terbuka dan bergantian serang, dengan momentum yang beberapa kali berpindah tangan. Everton sempat mengira sudah unggul lebih dulu, namun gol Brennan Johnson dianulir setelah pemeriksaan video assistant referee. Manajer Everton, David Moyes, menyebut penampilan timnya jauh di bawah standar dan menolak menjadikan situasi di luar lapangan sebagai alasan atas hasil ini.
Jalannya Laga Hull vs Everton di MKM Stadium
Babak pertama tidak menghasilkan gol, tetapi berjalan jauh dari kata membosankan. Brennan Johnson sempat mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-34, namun pemeriksaan VAR memutuskan bahwa sang pemain berada dalam posisi offside, sehingga gol itu dibatalkan. Skor kacamata bertahan hingga turun minum meski kedua tim sama-sama menciptakan peluang.
Hull langsung membalas lesatan itu setelah jeda. Joe Gelhardt membuka keunggulan pada menit ke-48 setelah memanfaatkan kesalahan Ainsley Maitland-Niles. Tuan rumah hanya menikmati keunggulan selama tujuh menit sebelum Kiernan Dewsbury-Hall menyamakan kedudukan untuk Everton pada menit ke-55.
Everton kemudian berbalik memimpin melalui Thierno Barry di pertengahan paruh kedua. Penyerang tersebut sebenarnya sudah menyia-nyiakan sejumlah peluang sebelumnya, tetapi kali ini ia mampu menuntaskan kesempatan dengan baik. Keunggulan itu tidak bertahan lama karena Hull merespons cepat.
Pelatih Hull memainkan sejumlah pergantian pemain, dan salah satunya berbuah manis. Elliot Stroud dan Mohamed Belloumi bekerja sama, dengan Belloumi melepaskan tembakan kaki kiri yang melewati Jordan Pickford pada menit ke-74. Gol tersebut memastikan satu poin tetap tinggal di kandang.
Kronologi dan Peluang yang Terbuang
Hull sebenarnya memulai pertandingan dengan lambat. Dalam fase awal, mereka kesulitan menemukan ritme, tetapi perlahan bangkit dan menciptakan gelombang serangan yang membuat Oli McBurnie serta Lewie Coyle mengancam gawang Everton. Peluang-peluang itu belum menemui sasaran, namun menjadi tanda bahwa tuan rumah mulai menguasai jalannya laga.
Pada menit ke-22, Gelhardt menusuk dari sisi kanan dan memaksa Pickford melakukan penyelamatan. Sepuluh menit berselang, Matt Crooks menyambut sepak pojok dengan sundulan, tetapi James Tarkowski mampu membuang bola sebelum serangan balik cepat mengarah ke sisi sebaliknya. Barry melepaskan tembakan yang ditangkap Konstantinos Tzolakis, tetapi bola lepas dari tangan kiper dan disambar Johnson—momen yang sempat tampak menjadi gol pembuka sebelum dianulir.
Menjelang akhir babak pertama, Gelhardt dan Nobel Mendy nyaris memecah kebuntuan, meski penyelesaian akhir mereka masih bisa diantisipasi. Ketegangan baru benar-benar terurai setelah jeda, ketika Sorba Thomas memanfaatkan kelengahan Maitland-Niles dan mengumpan kepada Gelhardt. Maitland-Niles kemudian menebus kesalahannya dengan memberi umpan yang diselesaikan Dewsbury-Hall lewat sundulan.
Dampak Hasil bagi Kedua Tim
Bagi Hull, hasil ini memperpanjang catatan tak terkalahkan di kandang dan menegaskan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan di Premier League. Satu-satunya kekalahan mereka sejauh ini terjadi pada laga terakhir sebelum jeda internasional di markas Newcastle. Konsistensi di MKM Stadium menjadi modal penting untuk menjaga posisi mereka di papan tengah.
Di kubu Everton, hasil ini terasa seperti kehilangan dua poin. Moyes menilai timnya seharusnya mampu menuntaskan pertandingan saat sudah unggul 2-1, dan ia menyoroti cara timnya kehilangan gol sebagai hal yang tidak biasa. Menurutnya, penampilan secara keseluruhan berada jauh di bawah level yang seharusnya ditunjukkan para pemain.
Moyes juga menegaskan bahwa dirinya tidak memberi ruang bagi para pemain untuk mencari alasan, termasuk terkait situasi yang sedang berlangsung di klub, baik itu jendela transfer maupun kepemilikan. Pernyataan tersebut muncul setelah pengumuman pada awal pekan bahwa Everton akan dijual. Situasi ini menambah lapisan tekanan bagi tim yang sedang berjuang meraih hasil stabil.
Konteks Lebih Luas dan Apa yang Menanti
Rekor kandang Hull bukan hal yang bisa dipandang sebelah mata. Moyes sendiri menyebut bahwa Hull telah mencatat hasil-hasil besar di markasnya, termasuk melawan Manchester United dan Aston Villa. Kualitas tersebut menjelaskan mengapa Everton, meski sempat memimpin, tidak pernah benar-benar merasa aman hingga laga usai.
Dari sudut pandang persaingan, kemampuan Hull bangkit dua kali setelah tertinggal menunjukkan karakter yang penting bagi tim yang baru kembali ke kasta tertinggi. Sebaliknya, Everton menghadapi tantangan untuk mengubah dominasi dan peluang menjadi poin penuh. Masalah penyelesaian akhir, seperti yang terlihat pada peluang-peluang Barry sebelum golnya, menjadi pekerjaan rumah yang jelas.
Kombinasi antara kehilangan poin di lapangan dan kabar penjualan klub membuat periode berikutnya bakal menjadi ujian bagi Everton. Sementara itu, Hull punya alasan untuk percaya diri menghadapi rangkaian laga selanjutnya dengan modal rekor kandang yang masih terjaga.
Kesimpulan
Laga Hull vs Everton menyajikan pertandingan yang berjalan bolak-balik, dengan gol yang dianulir, kesalahan individual, dan pergantian pemain yang mengubah arah pertandingan. Mohamed Belloumi menjadi tokoh kunci lewat gol penyama kedudukan di menit ke-74, memastikan Hull tetap tak terkalahkan di kandang.
Bagi Everton, dua poin yang sirna di MKM Stadium meninggalkan kekecewaan besar, terlebih karena Moyes menilai timnya bermain jauh dari level terbaiknya. Dengan situasi kepemilikan yang masih bergulir, tantangan Everton tidak berhenti di atas lapangan saja.
