Thomas Tuchel Sebut Aturan FIFA Rugikan Inggris di Ketinggian Mexico City

Tuchel Keluhkan Aturan FIFA yang Membatasi Aklimatisasi

Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan kekesalannya terhadap aturan FIFA yang membuat timnya berada dalam posisi kurang menguntungkan saat menghadapi Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Azteca, Mexico City, yang berada pada ketinggian sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini sangat berbeda dengan tempat latihan Inggris di Kansas City yang berada di dataran rendah.

Menurut Tuchel, aturan FIFA yang mewajibkan tim untuk berlatih di lokasi khusus dekat stadion sehari sebelum pertandingan justru menghalangi rencana aklimatisasi optimal. “Rekomendasinya adalah pergi 10 hari sebelumnya – itu terlalu lama bagi kami – atau datang pada menit-menit terakhir, yang tidak diizinkan oleh FIFA,” ujar Tuchel. Akibatnya, Inggris hanya bisa tiba di Mexico City pada Jumat sore, sehari sebelum laga, tanpa waktu yang cukup untuk beradaptasi.

Soccer Football – FIFA World Cup 2026 – Group L – England v Croatia – Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. – June 17, 2026 England manager Thomas Tuchel and his coaching during the national anthems before the match REUTERS/Kai Pfaffenbach

Rekomendasi Aklimatisasi Terhambat Regulasi

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) telah melakukan riset mendalam soal pengaruh ketinggian terhadap performa pemain. Mereka bahkan berkonsultasi dengan tim Olimpiade Inggris dan tim olahraga lain. Hasilnya, ada dua cara terbaik untuk menghadapi ketinggian: datang 10 hari lebih awal atau tiba pada hari pertandingan sesaat sebelum kick-off. Namun, aturan FIFA sejak babak 16 besar mewajibkan tim berlatih di “venue-specific sites” sehari sebelumnya, sehingga opsi kedua pun tidak bisa dijalankan.

“Kami telah berbicara dengan tim yang sudah berpengalaman. Mereka mengatakan bahwa jika tidak punya waktu adaptasi, sebaiknya bepergian sangat-sangat terlambat pada hari pertandingan. Sekarang kami harus mencari jalan tengah. Tentu ini tetap menjadi kerugian,” tambah Tuchel.

Keuntungan Meksiko atas Inggris di Ketinggian

Meksiko telah memainkan tiga dari empat pertandingan turnamen mereka di Stadion Azteca, sehingga para pemainnya sudah terbiasa dengan ketinggian Mexico City. Kondisi ini jelas memberikan keunggulan tersendiri. Tingkat oksigen yang lebih rendah dapat memengaruhi performa atletik, termasuk penurunan stamina dan konsentrasi.

Tuchel mengakui hal tersebut saat ditanya apakah aturan ini tidak adil. “Ya, ini keuntungan besar bagi Meksiko,” jawabnya tegas. Ia juga menambahkan bahwa bola akan melayang berbeda di ketinggian, bisa melambung hingga lima yard lebih jauh. “Ini sulit. Kami hanya perlu pengalaman,” katanya.

Declan Rice Berjuang dengan Masalah Saraf

Selain masalah ketinggian, Tuchel juga memberi kabar terbaru tentang gelandang kunci Declan Rice. Rice mengalami nyeri saraf di hamstring sejak Natal dan merasakannya lagi saat laga melawan Kroasia di babak penyisihan. Ia juga absen pada pertandingan ketiga melawan Panama karena cedera betis yang tidak terkait, namun rasa sakit saraf itu kembali muncul saat melawan Republik Demokratik Kongo (DRC).

“Saya bertanya kepada Declan bagaimana keadaannya. Dia bilang: ‘Saya bisa bermain demi tim, tapi saya dalam kesakitan yang luar biasa.’ Dan ketika Declan mengatakan itu, Anda tahu dia benar-benar tidak tahan lagi. Dia berterima kasih karena kami menariknya keluar, tapi dia bilang setelah pertandingan itu bukan masalah. Tidak ada cedera. Saya pikir dia akan pulih,” ujar Tuchel. Rice sendiri menegaskan akan siap tampil melawan Meksiko.

Bek Muda Jarell Quansah Semakin Pulih

Sementara itu, bek Jarell Quansah yang mengalami masalah pergelangan kaki saat melawan Panama dan absen saat lawan DRC, dikabarkan mulai memenangi pertarungan kebugarannya. Ia diharapkan bisa tersedia untuk laga penting melawan Meksiko.

Antisipasi Gangguan dari Suporter Meksiko

Tuchel juga ditanya mengenai kemungkinan suporter Meksiko membuat keributan di luar hotel pemain Inggris pada malam sebelum pertandingan. Hal ini sebelumnya dialami Ekuador, yang mengeluh kepada FIFA setelah petasan dinyalakan di luar hotel mereka sehari sebelum kalah dari Meksiko.

“Kami akan mengantisipasinya, tapi apa yang bisa kami lakukan?” kata Tuchel. Ia ditawari solusi agar pemain menggunakan penyumbat telinga. “Ya, kami akan membawa beberapa perlengkapan. Saya mengharapkan segalanya,” tutupnya.

Kesimpulan

Pertandingan Inggris vs Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia tidak hanya soal taktik, tetapi juga soal adaptasi terhadap ketinggian Mexico City. Aturan FIFA yang membatasi waktu aklimatisasi membuat Inggris berada dalam posisi kurang menguntungkan. Ditambah dengan kondisi cedera pemain kunci dan potensi gangguan dari suporter tuan rumah, tantangan yang dihadapi Tim Tiga Singa semakin berat. Namun, Tuchel tetap berusaha mencari solusi terbaik agar anak asuhnya bisa tampil kompetitif.