Rangers Gugur Liga Europa, Rekor Buruk McInnes Berlanjut

Rangers resmi gugur dari Liga Europa setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Jagiellonia Bialystok di Ibrox pada leg kedua babak kualifikasi. Hasil tersebut membuat tim asuhan Derek McInnes kalah agregat 3-2 dan harus mengubur mimpi tampil di kompetisi antarklub elite Eropa musim ini. Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan buruk McInnes yang belum meraih satu pun kemenangan sejak resmi menjabat sebagai manajer.

Padahal, Rangers sebenarnya memulai laga dengan cukup meyakinkan dan sempat memunculkan harapan untuk membalikkan keadaan. Namun, kegagalan mempertahankan keunggulan membuat seluruh rencana menjadi berantakan. Para pendukung yang memadati Ibrox pun meluapkan kekecewaannya dengan sorakan bernada negatif saat peluit panjang dibunyikan.

Jalannya Pertandingan: Keunggulan Rangers Sirna di Babak Kedua

Rangers datang ke laga leg kedua dengan beban berat setelah kalah 2-1 di leg pertama yang berlangsung di Polandia pekan lalu. Kendati demikian, optimisme sempat tumbuh ketika kapten tim, Lawrence Shankland, menyamakan kedudukan agregat melalui tendangan penalti pada menit ke-19. Gol tersebut sempat membuat publik Ibrox percaya bahwa kebangkitan masih mungkin terjadi.

Namun, asa itu pupus pada menit ke-65 ketika penyerang lawan, Nik Prelec, mencetak gol penyeimbang yang membuat tim tamu unggul agregat kembali. Setelah gol tersebut, tuan rumah mencoba berbagai perubahan formasi dan pergantian pemain demi menemukan celah pertahanan Jagiellonia, tetapi usaha itu tidak membuahkan hasil. Alih-alih tampil lebih terorganisasi, Rangers justru terlihat semakin kehilangan arah dan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Sorak-sorai nada kecewa dari para suporter pun mengiringi akhir pertandingan. Mereka merasa frustrasi melihat start musim yang begitu buruk, terlebih dengan status Rangers sebagai salah satu klub terbesar di Skotlandia. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan telak bagi kepercayaan diri para pemain dan staf pelatih.

Derek McInnes dan Rentetan Hasil yang Belum Juga Membaik

McInnes mengambil alih kursi manajer Rangers setelah pindah dari Hearts pada musim panas lalu. Namun, sejak kedatangannya, ia belum mampu mempersembahkan satu pun kemenangan dalam empat pertandingan kompetitif yang dijalani timnya. Rentetan hasil negatif ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi sang manajer yang baru saja memulai kiprahnya di klub.

Kegagalan di pentas Eropa ini menambah daftar panjang pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan McInnes. Ia dituntut untuk membenahi lini pertahanan sekaligus mencari formula terbaik di lini serang. Jika tidak, bukan tidak mungkin posisinya akan semakin panas di mata para pendukung dan dewan klub.

Yang lebih mengkhawatirkan, performa tim yang inkonsisten di awal musim ini bisa berdampak pada perjalanan mereka di kompetisi domestik. Padahal, ekspektasi terhadap Rangers selalu tinggi setiap musimnya, baik di liga maupun di turnamen piala.

Dampak Rangers Gugur Liga Europa: Turun ke Liga Konferensi

Kekalahan dari Jagiellonia Bialystok memaksa Rangers harus puas tampil di Liga Konferensi Eropa, kompetisi tingkat ketiga antarklub Eropa. Pada babak playoff Liga Konferensi, mereka dijadwalkan bertemu dengan wakil Ceko, Jablonec. Ini tentu bukan hasil yang diharapkan oleh klub sebesar Rangers yang terbiasa bersaing di level tertinggi Eropa.

Bermain di Liga Konferensi sebenarnya tetap memberi peluang bagi Rangers untuk meraih tiket ke fase grup kompetisi Eropa musim ini. Namun, jalan menuju sana tidak akan mudah mengingat Jablonec juga merupakan tim yang tidak bisa diremehkan. Mental pemain yang tengah jatuh usai gugur dari Liga Europa jelas menjadi perhatian utama menjelang laga tersebut.

Di sisi lain, kompetisi ini bisa menjadi ajang yang tepat bagi McInnes untuk membangun kembali kepercayaan diri tim. Jika mampu melaju hingga fase grup, setidaknya Rangers tetap memiliki panggung Eropa musim ini. Namun, perbaikan performa secara keseluruhan tetap menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Nasib Klub Skotlandia Lain: Hearts dan Hibernian

Di tengah kekecewaan Rangers, ada sedikit kabar membanggakan dari Hearts yang berhasil menahan imbang raksasa Portugal, Benfica, dengan skor 1-1. Tómas Magnússon sempat membuat pendukung tuan rumah bermimpi meraih kemenangan bersejarah setelah mencetak gol pembuka pada menit ke-77. Namun, keunggulan itu hanya bertahan kurang dari satu menit karena Benfica langsung menyamakan kedudukan lewat Dodi Lukébakio.

Hasil imbang tersebut tetap tidak mampu membawa Hearts lolos karena mereka kalah telak 7-2 secara agregat. Meski begitu, penampilan yang diperlihatkan anak asuh Wouter Vrancken patut diacungi jempol, terlebih lawan mereka melakukan tujuh pergantian pemain dari leg pertama. Kekalahan ini tetap membawa Hearts ke babak playoff Liga Konferensi Eropa, di mana mereka akan menghadapi Rapid Vienna dari Austria.

Sementara itu, Hibernian sukses mengunci tiket ke babak playoff Liga Konferensi Eropa setelah bermain imbang 0-0 melawan Shkendija di leg kedua. Hasil tersebut memastikan kemenangan agregat 2-1 bagi tim asuhan David Gray. Di babak playoff, mereka akan berjumpa dengan wakil Belgia, Gent, yang tentu akan menjadi ujian berat.

Manajer Hibernian, David Gray, menyebut pencapaian anak asuhnya sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia mengaku senang karena timnya berhasil mencatatkan clean sheet pertamanya musim ini di momen yang tepat. Gray juga menyoroti kondisi panas yang ekstrem di Todor Proeski National Arena, yang membuat para pemainnya harus bekerja ekstra keras, bahkan hingga mendinginkan kepala dengan es batu.

Kesimpulan

Tersingkirnya Rangers dari Liga Europa menjadi tamparan keras bagi Derek McInnes yang belum juga menemukan ritme kemenangan. Sementara itu, Hearts dan Hibernian setidaknya masih memiliki kesempatan untuk berlaga di Liga Konferensi Eropa. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Rangers dan McInnes bangkit dari keterpurukan ini di kompetisi domestik dan Liga Konferensi.