Transfer Cristian Romero ke Atletico Madrid telah mencapai kata sepakat dengan Tottenham Hotspur yang menyetujui penjualan sang kapten pada bursa musim panas ini. Bek tengah asal Argentina itu mendapat lampu hijau dari klub dan manajer Roberto De Zerbi untuk hengkang setelah menjalani musim 2025-26 yang penuh gejolak. Romero tercatat menjalani empat skorsing terpisah sepanjang musim tersebut yang menjadi salah satu alasan utama kepergiannya.
Inter Milan awalnya memimpin perburuan tanda tangan bek tengah Argentina ini, namun pembicaraan dengan Spurs menemui jalan buntu. Atletico Madrid yang sejak lama mengagumi Romero akhirnya bergerak cepat dan mengamankan target incaran Diego Simeone dengan paket senilai €40 juta (£34,1 juta). Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri masa lima tahun Romero di Tottenham yang penuh pasang surut.
Rincian Kesepakatan Romero ke Atletico Madrid
Nilai transfer yang disepakati mencapai €40 juta atau setara dengan £34,1 juta, dan Tottenham juga memasukkan klausul penjualan kembali sebesar 15 persen ke dalam kesepakatan ini. Artinya, Spurs tetap akan mendapat keuntungan tambahan jika suatu saat Atletico melepas Romero ke klub lain. Langkah ini dinilai strategis mengingat Romero merupakan bek yang telah membuktikan kualitasnya di level tertinggi, termasuk sebagai juara Piala Dunia.
Inter sempat menjadi kandidat terdepan untuk mendapatkan Romero, tetapi negosiasi dengan Tottenham tidak kunjung membuahkan hasil. Kondisi ini membuka peluang bagi Atletico yang selama ini dikenal sebagai pengagum berat kualitas Romero. Diego Simeone, rekan senegara Romero yang sudah berulang kali memuji kualitas bek Argentina tersebut, akhirnya akan mendapatkan pemain incarannya pada musim panas ini.
Perjalanan Lima Tahun Romero di Tottenham
Romero bergabung dengan Tottenham pada tahun 2021 dan mengalami pasang surut performa di bawah asuhan Antonio Conte. Hubungannya dengan Spurs baru benar-benar kuat ketika Ange Postecoglou mengambil alih kursi manajer. Puncaknya terjadi ketika Romero mengenakan ban kapten saat Tottenham mengakhiri puasa gelar selama 17 tahun dengan kemenangan atas Manchester United di final Liga Europa 2025.
Penampilan impresif Romero di laga final tersebut memastikan janji Postecoglou untuk menghadirkan trofi di musim keduanya menjadi kenyataan. Ia menjadi salah satu sosok kunci di balik keberhasilan Spurs meraih gelar pertama mereka dalam hampir dua dekade. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama karena situasi di Tottenham justru berubah drastis hanya beberapa pekan kemudian.
Musim Terakhir yang Penuh Kontroversi
Postecoglou dipecat hanya beberapa pekan setelah final Liga Europa, dan Romero meresponsnya dengan unggahan di media sosial yang dianggap menyindir para petinggi klub. Sindiran itu bukan yang terakhir, karena lebih banyak lagi yang muncul di tengah musim yang kacau. Tottenham bahkan nyaris terdegradasi andai tidak memenangkan laga pamungkas melawan Everton.
Untuk musim 2025-26, Romero ditunjuk sebagai kapten oleh Thomas Frank, namun ia sempat menjalani empat skorsing terpisah sepanjang musim tersebut. Menjelang laga penentu melawan Everton, Romero justru berada di Argentina untuk menjalani perawatan cedera lutut. Ia akhirnya terbang kembali untuk hadir di tribun, tetapi kepulangannya itu baru terjadi setelah menuai kritik luas dari para pendukung Tottenham.
Kepulangan Romero untuk laga penentu degradasi itu menjadi pukulan terakhir bagi banyak penggemar yang sebelumnya masih bersimpati padanya. Meski Spurs berhasil memenangkan laga 1-0 atas Everton, citra Romero di mata pendukung sudah telanjur tercoreng. Kepergiannya kini menjadi konsekuensi logis dari hubungan yang sudah semakin renggang antara pemain dan klub.
Dampak bagi Tottenham dan Rencana Revamp De Zerbi
Kepergian Romero menambah daftar panjang perubahan besar yang sedang dilakukan Tottenham di bawah arahan Roberto De Zerbi. Spurs telah dua kali berturut-turut finis di peringkat 17 dan membutuhkan perombakan skuad secara menyeluruh. Penjualan sang kapten menjadi bagian dari strategi De Zerbi untuk membangun ulang tim yang lebih kompetitif musim depan.
Bagi Atletico, kedatangan Romero memberi tambahan kualitas di lini belakang yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di La Liga dan kompetisi Eropa. Simeone telah berulang kali memuji kualitas Romero dalam beberapa musim terakhir dan kini akhirnya mendapatkan pemain yang diinginkannya. Kombinasi keduanya diharapkan mampu membawa Atletico meraih prestasi yang lebih tinggi musim depan.
Kabar Transfer Klub Lain: Hull City Pecahkan Rekor
Hull City yang baru promosi ke Premier League memecahkan rekor transfer klub mereka untuk mendatangkan bek Senegal, Nobel Mendy, dari Rayo Vallecano. Meski tidak mengungkapkan angka pastinya, nilai transfer ini dilaporkan melebihi £20 juta yang mereka bayarkan untuk kiper asal Yunani, Konstantinos Tzolakis, pekan lalu. Mendy menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan opsi perpanjangan 12 bulan.
Mendy memiliki satu caps internasional dan sebelumnya pernah bermain untuk Paris FC serta Real Betis. Ia mengakhiri satu-satunya musimnya bersama Rayo Vallecano dengan tampil di final Conference League bulan Mei lalu yang berakhir dengan kekalahan dari Crystal Palace. “Saya ingin bermain di Premier League sejak kecil, jadi ini tantangan besar dan saya siap menghadapinya,” ujar Mendy kepada situs resmi Hull.
Hull City Rekrut Lucas Herrington
Hull juga mengamankan jasa Lucas Herrington yang berusia 18 tahun dari Colorado Rapids dengan kontrak lima tahun. Pemain asal Australia ini menjadi pemain termuda Australia yang tampil sebagai starter di pertandingan Piala Dunia untuk Socceroos pada musim panas ini. Kehadirannya diharapkan menambah kedalaman skuad Hull di musim perdana mereka kembali ke Premier League.
Crystal Palace Kembali Pinjam Evann Guessand
Crystal Palace kembali merekrut Evann Guessand dari Aston Villa dengan status pinjaman selama satu musim disertai opsi pembelian. Penyerang internasional Pantai Gading itu mencatatkan 14 penampilan setelah pindah ke Selhurst Park pada Januari lalu hingga akhir musim. Namun pada Juli, Palace memutuskan untuk tidak mempermanenkan pemain berusia 25 tahun tersebut.
Guessand bergabung dengan Villa dari Nice di Ligue 1 dengan nilai transfer £30 juta pada musim panas lalu. Sayangnya, ia gagal merebut tempat reguler di skuad asuhan Unai Emery. Kini ia kembali ke Palace dengan harapan mendapatkan lebih banyak menit bermain.
Celtic Amankan Haissem Hassan
Celtic merekrut pemain sayap asal Mesir, Haissem Hassan, dari Real Oviedo dengan kontrak empat tahun plus opsi perpanjangan satu tahun, menunggu izin internasional. Pemain berusia 24 tahun yang tampil impresif di Piala Dunia musim panas ini langsung mengungkapkan antusiasmenya. “Saat mendengar Celtic tertarik pada saya, saya harus ke sini dan menjadi bagian dari klub ini,” kata Hassan kepada situs resmi Celtic.
Manajer Celtic, Martin O’Neill, menilai klubnya telah bekerja sangat baik untuk mengamankan pemain sekualitas Hassan di tengah minat dari klub lain. “Dia adalah seseorang yang menurut saya memiliki kemampuan dan pengalaman
