Kulusevski dan Maddison Kembali, Tottenham Hotspur Bangkit?

Tottenham Hotspur meraih kemenangan tipis atas Coventry pada laga terbaru, dan perhatian utama tertuju pada kembalinya Dejan Kulusevski serta James Maddison. Kulusevski masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-87 setelah 526 hari absen dari penampilan bersama Spurs, sementara Maddison membuka skor lewat gol indah ke gawang klub kampung halamannya. Kemenangan ini membawa Tottenham naik ke posisi ke-16 dan membantu mereka keluar dari dasar klasemen.

Hasil tersebut terasa penting bukan hanya karena tiga poin, tetapi juga karena menjadi kemenangan liga pertama musim ini di bawah Roberto De Zerbi. Setelah serangkaian pergantian pelatih dan belanja besar, kembalinya dua pemain kreatif itu memunculkan pertanyaan besar: apakah Tottenham Hotspur benar-benar mulai bangkit, atau ini hanya momen sesaat? Konteksnya cukup rumit karena Spurs telah melewati banyak perubahan sejak Kulusevski terakhir bermain.

Kembalinya Kulusevski dan Maddison di Laga Melawan Coventry

Pada pertandingan itu, Tottenham sempat mengalami kesulitan sebelum Maddison mencetak gol pembuka. Gol tersebut menjadi momen langka bagi Maddison yang menutup musim lalu dengan hanya sekitar 30 menit bermain. Kembalinya ia ke lapangan memberi dimensi berbeda bagi lini serang Spurs, terutama karena kualitas penyelesaian akhirnya masih terlihat.

Kulusevski baru masuk pada menit ke-87 ketika pertandingan belum sepenuhnya aman. Meski waktu bermainnya singkat, kehadirannya menandai akhir penantian panjang sejak 11 Mei 2025. Saat itu Tottenham berada di peringkat 17, posisi yang juga menjadi finis mereka pada musim tersebut dan musim 2025-26; kini setelah menang, mereka naik ke posisi 16. Gol penentu datang dari Ben Davies yang tembakannya membelok dan mengecoh kiper Coventry.

Selama Kulusevski absen, Tottenham mendatangkan 20 pemain, baik secara permanen maupun pinjaman, dengan total biaya £530 juta. Angka itu menunjukkan besarnya investasi klub dalam beberapa tahun terakhir. Namun kembalinya pemain lama tetap dinantikan karena kualitas individu mereka dianggap bisa melengkapi skuad yang telah berubah besar.

Pergantian Pelatih yang Mewarnai Perjalanan Tottenham Hotspur

Latar belakang kebangkitan ini tidak lepas dari turbulensi di kursi pelatih. Ange Postecoglou dipecat pada musim panas meski baru saja memenangkan trofi, lalu Thomas Frank masuk sebagai perekrutan yang awalnya dipandang cerdas. Frank dianggap punya rekam jejak bagus dalam meningkatkan pemain dan mau bekerja sama dengan manajemen, tetapi ia dipecat pada Februari setelah popularitasnya merosot tajam.

Setelah itu, masa Igor Tudor digambarkan seperti film jagal karena situasinya berantakan; ia ditunjuk atas restu direktur olahraga Fabio Paratici yang sudah lebih dulu meninggalkan klub. Roberto De Zerbi kemudian diberi kunci dan kendali penuh yang tidak dimiliki para pendahulunya. Ia menghadapi tugas berat untuk menahan laju Tottenham menuju degradasi pada musim lalu, dan belanja besar menjadi bagian dari upaya membenahi skuad.

Dalam konteks sejarah, terakhir kali Spurs mengalahkan Coventry di liga terjadi pada 2001, ketika gol Sergiy Rebrov melengkapi kemenangan 3-0. Jarak waktu yang panjang itu menunjukkan betapa langka momen semacam ini bagi Tottenham. Meski konteks sepak bola telah berubah, catatan tersebut tetap mempertegas bahwa kemenangan atas Coventry bukan hal yang biasa dalam sejarah klub.

Dampak Kembalinya Dua Pemain Kreatif bagi De Zerbi

De Zerbi menegaskan bahwa kehadiran Maddison dan Kulusevski di ruang ganti mengubah suasana tim. Ia menuntut pemain bermain untuk teman dan saudara, bukan seperti 11 robot di lapangan. Setelah jeda di Marbella, De Zerbi bahkan menyebut skuadnya bukan lagi sekadar tim, melainkan keluarga, dan kembalinya dua pemain kreatif itu memperkuat atmosfer tersebut.

Kemenangan liga pertama musim ini membantu Tottenham keluar dari dasar klasemen, tetapi posisi 16 menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah. Konsistensi menjadi ujian berikutnya karena satu kemenangan belum cukup untuk mengubah arah musim. Kualitas individu Maddison dan Kulusevski bisa menjadi pembeda di laga-laga ketat, terutama ketika Tottenham membutuhkan gol atau ide serangan.

Dalam jangka pendek, De Zerbi mendapat lebih banyak variasi serangan dan opsi rotasi. Dalam jangka panjang, Tottenham bisa memanjat klasemen jika kedua pemain mampu menjaga kebugaran dan kembali ke performa terbaik. Namun semua itu bergantung pada bagaimana De Zerbi menyatukan pemain yang baru kembali dengan skuad mahal yang telah dibentuk selama absennya Kulusevski.

Teka-teki Konsistensi dan Masa Depan Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur telah mencoba berbagai pelatih dan menghabiskan banyak uang dalam beberapa tahun terakhir. Kemenangan atas Coventry bisa menjadi titik balik, tetapi liga masih panjang dan tekanan tetap tinggi. Pertanyaan apakah mereka benar-benar kembali belum bisa dijawab hanya dari satu hasil.

De Zerbi kini memiliki kendali penuh, sesuatu yang langka di Spurs berdasarkan catatan para pendahulunya. Ia perlu waktu untuk menyatukan skuad mahal dengan pemain yang baru kembali dari absen panjang. Jika Maddison dan Kulusevski terus tersedia, atmosfer positif bisa bertahan dan Tottenham berpeluang meninggalkan papan bawah.

Ujian sebenarnya akan datang pada laga-laga berikutnya, bukan hanya pada malam kemenangan atas Coventry. Jika dua pemain kreatif itu terus bermain dan berkontribusi, harapan kebangkitan akan semakin kuat. Sebaliknya, jika kebugaran atau performa mereka kembali terganggu, Spurs bisa terjebak dalam masalah yang sama seperti sebelumnya.

Kembalinya Kulusevski dan Maddison memberi Tottenham Hotspur harapan baru di tengah musim yang penuh gejolak. Gol Maddison dan masuknya Kulusevski menandai kemenangan atas Coventry, sekaligus menjadi kemenangan liga pertama musim ini di bawah De Zerbi. Namun posisi 16 dan sejarah pergantian pelatih menunjukkan bahwa kebangkitan belum final.

Pertanyaan “apakah Tottenham juga kembali?” masih terbuka lebar. Kembalinya dua pemain kreatif adalah langkah awal yang penting, tetapi konsistensi dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan apakah ini benar-benar awal kebangkitan atau hanya kilasan sesaat. Bagi De Zerbi dan Tottenham Hotspur, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.