Comeback Epik: Chelsea Kalahkan Leeds 6-3 di Carabao Cup

Chelsea kalahkan Leeds United dengan skor 6-3 dalam laga sembilan gol yang berlangsung dramatis di Stamford Bridge, sekaligus memastikan tempat di babak 16 besar Carabao Cup. Tuan rumah sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum bangkit dan mencetak empat gol hanya dalam rentang 12 menit. Kemenangan ini terasa istimewa karena babak ketiga Carabao Cup jarang menghadirkan pertandingan yang layak disebut klasik seperti ini.

Comeback Chelsea tidak lepas dari penampilan Cole Palmer yang mencetak dua gol, serta keputusan kontroversial wasit Jarred Gillett yang memberikan hadiah penalti. Leeds merasa dirugikan oleh keputusan tersebut, sementara Chelsea memanfaatkan momen itu untuk membalikkan keadaan. Laga ini juga meninggalkan catatan penting bagi manajer Xabi Alonso, yang rotasinya nyaris berbuah petaka.

Jalannya Laga: Chelsea Kalahkan Leeds Setelah Tertinggal Dua Gol

Leeds membuka keunggulan pada menit ke-23 melalui sundulan bek tengah asal Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic. Bek yang didatangkan dari Sassuolo pada musim panas lalu itu menyambut sepak pojok Harry Wilson dan mengarahkan bola melewati Mike Penders. Sebelumnya, Leeds sempat mengancam lebih dulu dan berpeluang menggandakan keunggulan lewat Sean Longstaff.

Di lini tengah, Valentín Barco dan Reggie Watson, putra mantan gelandang Wigan bernama Ben Watson, berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Leeds tampak mengendalikan jalannya pertandingan dan memang layak atas keunggulan mereka. Chelsea sendiri kesulitan menemukan ritme permainan sepanjang paruh pertama.

Leeds nyaris memantapkan posisinya ketika Barco kehilangan bola tiga menit setelah jeda. Ethan Ampadu melewati Rogers dan menemukan Lukas Nmecha, yang kemudian menyiapkan bola bagi Brenden Aaronson untuk membuat skor menjadi 2-0. Pada titik itu, Chelsea benar-benar membutuhkan suntikan semangat.

Kontroversi Penalti dan Sorotan pada Jarred Gillett

Titik balik pertandingan terjadi ketika Chavarría mengirim umpan silang dari sisi kiri lalu terjatuh. Wasit Jarred Gillett menunjuk titik penalti, sebuah keputusan yang kemudian menjadi sasaran kritik keras kubu Leeds. Palmer mengeksekusi penalti itu dengan tenang pada menit ke-53 dan memperkecil kedudukan.

Manajer Leeds, Daniel Farke, menilai hadiah penalti tersebut sama sekali tidak berdasar. Menurutnya, situasi itu bahkan bukan sebuah ancaman bagi gawang Chelsea. “Dia memberikan penalti dari ketiadaan, padahal itu bahkan bukan sebuah peluang bagi mereka,” ujar Farke. Ia juga menyoroti perubahan bahasa tubuh para pemain Chelsea setelah gol tersebut.

Bagi Leeds, Gillett memang tampil sebagai sosok yang merugikan sepanjang laga. Wasit itu dikenal kerap menebak-nebak ketika mengambil keputusan penting. Keputusan penalti tersebut secara langsung mengubah alur pertandingan yang sebelumnya berjalan sesuai keinginan Leeds.

Rotasi Xabi Alonso Nyaris Berbuah Petaka

Xabi Alonso membuat sembilan perubahan pada pertandingan ini, dan keputusan itu hampir berujung bencana. Reggie Watson yang baru berusia 16 tahun menjalani debutnya, tetapi kewalahan di lini tengah. Estêvão Willian dan Jamie Gittens juga kesulitan mengembangkan permainan di lini serang.

Alonso pun berada dalam mode darurat saat melakukan empat pergantian sekaligus pada paruh waktu. Menurutnya, tidak ada pemain yang bisa disalahkan atas situasi tersebut karena persoalannya terletak pada keputusan yang diambil tim pelatih. “Saya bertanggung jawab. Tidak ada pemain yang bisa disalahkan. Ini soal keputusan yang kami ambil,” kata Alonso. Ia menambahkan bahwa dirinya perlu mampu membantu para pemain dengan lebih baik lagi.

Meski demikian, Alonso juga pantas menerima pujian atas reaksinya. Reece James memberikan rasa aman setelah menggantikan Watson. Pedro Neto, yang masuk menggantikan Malo Gusto, langsung mencetak gol setelah tampil buruknya bek tersebut di paruh pertama. Morgan Rogers dan Palmer tampil sangat merepotkan setelah menggantikan Estêvão dan Gittens.

Rogers terlibat dalam empat gol, sementara Palmer yang mencetak dua gol tampak tidak rela membiarkan Leeds melaju ke babak berikutnya. Pergantian pemain yang dilakukan Alonso terbukti menjadi keputusan yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Pertahanan Chelsea Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Kemenangan ini menjadi penampilan menyerang yang menggairahkan dari Chelsea, yang telah mencetak 16 gol dalam lima pertandingan pertama bersama Alonso. Namun, masalah di lini belakang masih jelas terlihat. Chelsea sudah kebobolan 10 gol di semua kompetisi sejauh ini.

Gol Dominic Calvert-Lewin yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi pengingat akan kelemahan pertahanan Chelsea. Leeds tetap melawan dan sempat memperkecil kedudukan di tengah rentetan gol tuan rumah. Chelsea merespons melalui umpan silang Rogers yang diselesaikan Barco untuk gol pertamanya bersama klub.

Gol keenam lahir dari sepakan Barco yang tidak sempurna dan diarahkan masuk oleh Welbeck. Sebelumnya, Welbeck telah membuat skor menjadi 4-2 melalui penyelesaian tajam pada menit ke-65. Kombinasi antara ketajaman lini depan dan kerapuhan lini belakang itulah yang menjadi wajah Chelsea dalam laga ini.

Konteks Lebih Luas dan Rekam Jejak Kedua Tim

Leeds juga melakukan eksperimen dengan delapan perubahan yang dibuat Farke, tetapi mereka tetap mampu mengendalikan paruh pertama. Sayangnya, mereka kehilangan kendali setelah keunggulan mereka dipangkas menjadi satu gol. Kekalahan ini menjadi yang ke-14 bagi Leeds pada tahap kompetisi ini dalam 18 tahun terakhir.

Farke menggambarkan pertandingan ini sebagai laga yang gila. “Pertandingan yang sungguh gila,” ujarnya. Pernyataan itu seakan merangkum bagaimana Chelsea bermain di bawah asuhan Alonso, yang tampil penuh gejolak namun menghibur.

Bagi Chelsea, laga ini membuktikan bahwa mereka bisa tetap berbahaya meski tampil kacau di belakang. Mereka mampu menyeret lawan ke situasi yang tidak nyaman dan memaksa pertandingan berjalan sesuai keinginan mereka. Carabao Cup menjadi kompetisi yang penting bagi tim asuhan Alonso karena mereka tidak berlaga di kompetisi Eropa.

Kesimpulan

Kemenangan 6-3 atas Leeds menegaskan dua sisi Chelsea di bawah Xabi Alonso: tajam di lini depan, tetapi rapuh di lini belakang. Cole Palmer menjadi pusat comeback, sementara keputusan penalti Jarred Gillett menjadi titik balik yang membuat Leeds kehilangan momentum. Chelsea kini melaju ke babak 16 besar dengan 16 gol dalam lima laga, tetapi 10 gol yang sudah mereka kebobolan menjadi peringatan yang tidak bisa diabaikan.

Bagi Leeds, kekalahan ini terasa menyakitkan karena mereka sudah unggul dua gol sebelum kontroversi penalti mengubah segalanya. Rotasi besar yang dilakukan kedua manajer menunjukkan bahwa Carabao Cup tetap menjadi ajang uji coba sekaligus pertaruhan. Yang jelas, pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling menghibur di babak ketiga Carabao Cup.