Everton Kalahkan Ipswich, Gol Thierno Barry Jadi Penentu

Everton kalahkan Ipswich lewat gol tunggal Thierno Barry dalam pertandingan ketat yang diwarnai kontroversi VAR. Striker asal Prancis itu mencetak gol kelimanya musim ini, sementara satu gol Everton lainnya dianulir karena Brennan Johnson dinilai berada dalam posisi offside dan mengganggu kiper Ipswich, Christian Walton. Ipswich harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain setelah Abdul Fatawu menerima kartu kuning kedua akibat melakukan diving.

Kemenangan ini menjaga rekor tak terkalahkan Everton di awal musim sekaligus menempatkan mereka di posisi kelima dengan lima clean sheet dari tujuh pertandingan. Bagi David Moyes, hasil ini terasa melegakan, terutama karena keputusan VAR yang kontroversial tidak sampai merusak perolehan poin timnya. Kelegaan serupa juga dirasakan kubu perwasitan, mengingat pekan sebelumnya sebuah keputusan asisten video dalam derby Manchester sempat menjadi sorotan panjang.

Jalannya Gol Thierno Barry dan Peluang yang Terbuang

Gol pembuka Everton lahir dari proses yang boleh dibilang tidak biasa. Berawal dari umpan silang Kiernan Dewsbury-Hall yang disapu keluar oleh Walton dan Jack Clarke, bola jatuh ke kaki James Tarkowski yang melepaskan voli dari jarak sekitar 25 yard. Barry bergerak cepat dan mengarahkan bola ke sisi gawang yang berlawanan dengan posisi Walton, memakai dadanya untuk mengubah arah tembakan rekannya itu.

Walton sebenarnya sudah membaca arah tembakan Tarkowski, tetapi posisinya menjadi salah langkah setelah bola dibelokkan Barry. Karena sang striker jelas bergerak untuk memainkan bola dengan dada, wasit memberikan keuntungan keraguan soal niatnya. Gol tersebut menjadi salah satu gol paling tidak lazim yang dicetak Barry musim ini.

Sebelum gol itu tercipta, Johnson sempat membuang peluang emas dari umpan Harrison Armstrong. Everton juga tampil ceroboh dalam penguasaan bola, dengan Dewsbury-Hall, Jarrad Branthwaite, James Garner, dan Armstrong termasuk di antara pemain yang kehilangan bola terlalu mudah. Meski total menciptakan 21 peluang, Everton hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran, sebuah catatan yang membuat laga tetap terbuka sampai akhir.

Kontroversi VAR saat Gol Kedua Everton Dianulir

Ipswich memulai babak kedua dengan lebih agresif dan sempat menekan pertahanan tuan rumah. Jordan Pickford harus melakukan penyelamatan beruntun dari peluang Julio Enciso dan Abdoul Ouattara dalam rentang waktu yang berdekatan. Tekanan itu membuat gol kedua Everton beberapa saat kemudian terasa makin penting bagi irama pertandingan.

Gol tersebut berawal dari sepak pojok Dewsbury-Hall yang disambut sundulan Barry di antara empat pemain Ipswich yang berdiri statis. Bola masuk ke gawang setelah membentur tiang jauh, sementara Walton sama sekali tidak berada di dekat bola dan bahkan tidak mengajukan protes. Wasit Stuart Attwell kemudian dipanggil ke monitor di pinggir lapangan dan menganulir gol itu dengan alasan Johnson berada dalam posisi offside serta memengaruhi kemampuan kiper untuk menyelamatkan bola.

Keputusan tersebut membuat penonton tuan rumah geram, tetapi tidak berujung fatal seperti yang terjadi pada derby Manchester pekan sebelumnya. Beberapa menit kemudian, arah pertandingan berbalik ke pihak Everton setelah Fatawu menerima kartu kuning kedua. Meski demikian, kegagalan Everton menambah gol membuat mereka harus bertahan mati-matian di sisa laga.

Reaksi Moyes dan O’Neil soal Keputusan Wasit

Moyes mengaku tidak sependapat dengan alasan yang dipakai wasit untuk menganulir gol kedua timnya. Menurutnya, tidak ada dasar kuat bahwa Johnson benar-benar mengganggu Walton, terutama karena kiper Ipswich itu tidak berada dalam posisi untuk menjangkau bola. Ia juga menilai bahwa tugas menjadi wasit memang sulit, sehingga ia lebih memilih memahami situasi itu ketimbang melontarkan kritik keras.

Meski begitu, pelatih Everton itu meragukan bakal adanya konsistensi keputusan serupa sepanjang musim. Ia menekankan bahwa posisi offside Johnson memang jelas, namun pertanyaannya adalah seberapa besar pengaruh nyata pemain tersebut terhadap peluang Walton melakukan penyelamatan. Karena Everton akhirnya menang, kemarahan yang biasanya mengarah ke VAR bisa diredam.

Gary O’Neil, pelatih Ipswich, memiliki pandangan berbeda dan bahkan mengeklaim timnya mengendalikan jalannya pertandingan. Klaim itu dinilai berlebihan, mengingat Everton menciptakan 21 peluang sepanjang laga. Perbedaan tafsir antara kedua pelatih ini memperlihatkan bagaimana satu keputusan VAR bisa memicu dua narasi yang saling bertolak belakang.

Kartu Kuning Kedua Fatawu dan Peluang yang Gagal Dimaksimalkan

Fatawu menjadi ancaman konsisten dari sisi kanan pertahanan Everton sebelum akhirnya harus keluar dari lapangan. Ia sempat memaksa Pickford melakukan penyelamatan bagus setelah sepak pojoknya gagal disapu dengan rapi oleh bek Everton, dan bahkan mencoba mencetak gol dari area sendiri. Tembakan jarak jauh itu sebenarnya menyimpang dari gawang, tetapi Pickford tetap berlari mundur untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Pemain internasional Ghana itu juga seharusnya mencatatkan assist ketika mengirim umpan lambung melewati lini pertahanan Everton ke arah Leif Davis. Bek kiri Ipswich yang mungkin terkejut karena berada dalam posisi onside dan tanpa pengawalan justru menyelesaikan peluang itu dengan tembakan yang jauh menyimpang. Momen tersebut menjadi salah satu peluang terbaik Ipswich yang terbuang percuma.

Kartu kuning pertamanya didapat di babak pertama karena menjatuhkan Dewsbury-Hall, sedangkan kartu kuning kedua datang setelah ia melakukan diving untuk mencari tendangan bebas di dekat Garner. Ia menjadi pemain ketiga dalam enam musim terakhir Premier League yang menerima kartu kuning kedua karena simulasi. Kehilangan Fatawu memaksa Ipswich bermain dengan sepuluh pemain saat sedang mengejar gol penyama kedudukan.

Bermain melawan sepuluh orang seharusnya memudahkan Everton menutup pertandingan, tetapi penyelesaian akhir mereka buruk. Johnson, Dewsbury-Hall, dan Armstrong bergantian gagal memanfaatkan peluang, sementara Walton tampil apik menahan tembakan pengganti impresif Tyler Dibling. Ketidakmampuan menambah gol itu membuat babak akhir berlangsung menegangkan, sampai Branthwaite menjatuhkan diri menghadang tembakan Diop yang mengarah ke gawang untuk memastikan tiga poin bertahan di kandang.

Dampak Hasil Ini bagi Everton dan Ipswich

Dengan hasil ini, Everton tetap menjaga laju tak terkalahkan dan menempati posisi kelima, capaian yang terasa memuaskan setelah gejolak di bursa transfer. Lima clean sheet dari tujuh pertandingan memperlihatkan bahwa lini belakang mereka jauh lebih solid dibandingkan lini serang. Justru ketajaman menjadi persoalan utama yang membuat Moyes terus mengkritik pemainnya.

Moyes mengaku sangat kesal terhadap para pemainnya karena terus membuang peluang, dan menyebut penyelesaian akhir sebagai salah satu hal yang menghalangi timnya naik ke level yang lebih baik. Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan Everton musim ini bukan soal menciptakan kans, melainkan soal memaksimalkannya. Selama masalah itu belum teratasi, kemenangan tipis semacam ini akan terus menjadi pola yang melelahkan.

Di sisi lain, kekalahan ini memperlihatkan kerentanan Ipswich ketika harus bermain dengan sepuluh pemain, sekaligus menyisakan penyesalan karena peluang terbaik mereka justru datang sebelum kartu merah. Klaim O’Neil soal penguasaan permainan tidak sepenuhnya tercermin dari statistik, tetapi penampilan Fatawu dan penyelamatan Pickford menunjukkan bahwa laga ini tidak pernah benar-benar aman bagi Everton. Ipswich tetap berbahaya hingga menit akhir, hanya saja mereka kehilangan momentum tepat setelah menyamakan intensitas pertandingan.

Kesimpulan

Everton kalahkan Ipswich dengan gol tunggal Thierno Barry yang lahir dari situasi tidak biasa, tetapi laga ini lebih banyak diingat karena keputusan VAR yang menganulir gol kedua tuan rumah. Kartu kuning kedua Fatawu menjadi titik balik, meski Everton tetap kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Hasil ini menjaga posisi Everton di papan atas, sekaligus menyisakan pekerjaan rumah besar soal ketajaman dan konsistensi keputusan perwasitan.

Bagi Ipswich, penampilan Fatawu dan ketangguhan Pickford di bawah mistar menjadi catatan tersendiri yang menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Jika Everton ingin mempertahankan posisi lima besar, penyelesaian akhir mereka harus segera membaik.