Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan Presiden Concacaf Victor Montagliani mengirim surat resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino agar organisasi itu membuka sebagian dana cadangan FIFA yang nilainya mencapai US$6 miliar (setara £4,5 miliar) untuk dibagikan kepada asosiasi anggota. Keduanya menilai rencana lama untuk menyalurkan dana melalui skema FIFA Forward Enterprise sebenarnya tidak diperlukan, mengingat FIFA memiliki tumpukan kas yang sangat besar. Permintaan ini menjadi salah satu tekanan paling terbuka yang diterima Infantino dari dalam struktur sepak bola dunia.
Surat tersebut bukan sekadar permintaan bantuan finansial, melainkan juga seruan agar tata kelola keuangan FIFA dibuka lebih transparan. Ceferin dan Montagliani meminta adanya kajian independen atas posisi keuangan FIFA, dan menyebut studi yang mereka lakukan memunculkan pertanyaan penting soal urgensi transaksi bisnis yang pernah direncanakan federasi. Usulan ini dijadwalkan masuk agenda rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober mendatang.
Usulan US$10 Juta untuk 211 Asosiasi Anggota
Dalam suratnya, kedua pemimpin konfederasi mengusulkan agar FIFA menyediakan setidaknya US$10 juta bagi masing-masing dari 211 asosiasi anggota. Dana itu rencananya diberikan sebagai pembayaran satu kali (one-off) selama siklus komersial 2027–2030. Jika dihitung secara keseluruhan, totalnya mencapai sekitar US$2,1 miliar.
Yang penting dicatat, dana tersebut tidak menggantikan komitmen yang sudah ada. Pembayaran US$10 juta itu berada di atas aliran dana program FIFA Forward yang saat ini berjalan, yang pada siklus empat tahun sebelumnya memberi sekitar US$8 juta kepada setiap asosiasi anggota. Dengan kata lain, asosiasi anggota berpotensi menerima tambahan di luar skema rutin yang sudah disepakati.
Surat kepada Infantino menyatakan bahwa FIFA seharusnya menyediakan dana tersebut untuk investasi infrastruktur dan pembangunan sepak bola, dan menegaskan sifatnya sebagai pelepasan cadangan satu kali di luar FIFA Forward Programme yang tetap berjalan penuh sesuai komitmen. Kajian mereka juga menyebut cadangan FIFA tidak akan turun di bawah US$1,5 miliar meski distribusi sebesar itu dijalankan. Bahkan, menurut surat itu, penyaluran yang lebih besar masih mungkin dilakukan setelah gambaran posisi keuangan FIFA pada akhir tahun tersedia lebih jelas.
Kritik terhadap Skema FIFA Forward Enterprise
Inti keberatan Ceferin dan Montagliani adalah soal efisiensi. Skema FIFA Forward Enterprise disebut pernah menjanjikan sekitar US$40 juta kepada asosiasi anggota, tetapi separuh dari nilai itu berupa pembayaran opsional senilai US$20 juta yang hanya berlaku bagi mereka yang menandatangani rencana tersebut. Bagi kedua pemimpin konfederasi, konstruksi semacam itu tidak diperlukan untuk menyalurkan sumber daya yang lebih besar.
Mereka menekankan bahwa FIFA sudah punya kemampuan untuk memberikan jauh lebih banyak kepada asosiasi anggota langsung dari neracanya sendiri. Penyaluran itu, menurut surat mereka, bisa dilakukan tanpa menjual kepentingan apa pun atas kompetisi yang dimiliki FIFA dan tanpa meminta imbalan apa pun dari asosiasi anggota. Argumen ini secara tidak langsung mempertanyakan mengapa sebelumnya ditempuh jalur transaksi yang lebih rumit.
Kajian yang mereka lakukan pun dinilai memunculkan pertanyaan mendasar: apakah transaksi bisnis yang pernah dirancang FIFA benar-benar perlu dijalankan demi mengalirkan sumber daya lebih besar ke asosiasi anggota. Dari situ, mereka mendorong adanya peninjauan independen atas kondisi keuangan FIFA sebelum keputusan besar diambil.
Menggalang Dukungan dari Konfederasi Lain
Langkah Ceferin dan Montagliani tidak berhenti pada satu surat. Mereka juga mengirim surat terpisah kepada para presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Conmebol yang mewakili Amerika Selatan, serta konfederasi Oceania. Dalam surat itu, mereka meminta dukungan agar usulan tersebut dibahas serius.
Sinyal dukungan sudah muncul dari Asia. Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC, diperkirakan akan mengirimkan pernyataan mendukung rencana tersebut. Bila dukungan serupa datang dari konfederasi lain, posisi usulan ini akan semakin kuat ketika dibawa ke meja rapat.
Sebaran surat ke banyak konfederasi menunjukkan bahwa isu ini bukan lagi persoalan dua kubu, melainkan perdebatan yang menyentuh kepentingan mayoritas asosiasi anggota FIFA. Semakin banyak konfederasi yang bersuara, semakin sulit bagi FIFA untuk menunda pembahasan substansi keuangannya.
Ujian bagi Infantino di Dewan FIFA 15 Oktober
Usulan ini rencananya dibahas pada rapat Dewan FIFA berikutnya, 15 Oktober. Pertemuan itu menjadi momen penting karena menandai pertama kalinya Infantino berhadapan dengan badan pengambil keputusan FIFA secara nominal sejak skandal menerpa kepemimpinannya. Agenda tunggal soal distribusi dana cadangan berpotensi berubah menjadi forum pertanggungjawaban.
Tekanan terhadap Infantino sendiri belum surut. Ia terus didesak untuk mundur, namun tampaknya tetap akan mencalonkan diri kembali pada Maret mendatang. Sampai sekarang belum jelas apakah ia akan menghadapi penantang dalam pemilihan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas surat dan usulan tersebut.
Persoalan Tata Kelola, Bukan Sekadar Angka
Dalam suratnya, Ceferin dan Montagliani menyatakan bahwa membuka sebagian cadangan FIFA akan menunjukkan bahwa asosiasi anggota tidak harus memilih antara pembangunan dan tata kelola yang baik, antara investasi dan integritas, atau antara dukungan finansial dan kemampuan menilai sebuah proposal secara objektif. Mereka menegaskan bahwa pembangunan adalah tanggung jawab institusional FIFA, bukan soal kebijakan individu semata.
Kerangka berpikir itu menjelaskan mengapa isu ini tidak bisa direduksi menjadi hitungan miliaran dolar. Perdebatan sebenarnya menyangkut cara FIFA memutuskan prioritas, seberapa besar ruang partisipasi asosiasi anggota, dan sejauh mana keputusan strategis organisasi bergantung pada satu orang. Cadangan kas yang besar justru memperkuat pertanyaan mengapa distribusi dana perlu melewati mekanisme yang berbelit.
Bila usulan ini diterima, pola pembagian dana FIFA berpotensi berubah untuk siklus-siklus berikutnya. Sebaliknya, bila ditolak atau ditunda, sorotan terhadap transparansi keuangan FIFA kemungkinan justru menguat menjelang pemilihan kepemimpinan pada Maret.
Permintaan UEFA dan Concacaf menempatkan dana cadangan FIFA sebagai pusat perdebatan sepak bola dunia saat ini. Dua konfederasi besar menginginkan agar uang itu mengalir langsung ke 211 asosiasi anggota dalam bentuk tambahan US$10 juta per asosiasi di siklus 2027–2030, di luar program FIFA Forward yang sudah berjalan. Usulan itu kini menunggu pembahasan di Dewan FIFA pada 15 Oktober, sekaligus menjadi ujian bagi Gianni Infantino yang masih menghadapi tekanan untuk mundur namun diperkirakan tetap maju dalam pemilihan Maret. Apa pun hasilnya, isu ini telah membuka pembicaraan terbuka soal prioritas dan tata kelola keuangan FIFA.
