Pelatih Sunderland Tegaskan Xhaka Tak ke Chelsea
Régis Le Bris, pelatih kepala Sunderland, dengan tegas menutup kemungkinan transfer Granit Xhaka ke Chelsea. Ia menyatakan bahwa saga pengejaran Chelsea terhadap kapten Sunderland itu sudah “selesai” dan tidak ada kemungkinan klubnya melepas pemain kunci tersebut pada bursa transfer musim panas ini.
Pernyataan ini muncul setelah Chelsea dikabarkan melayangkan tawaran senilai £8 juta untuk pemain berusia 33 tahun itu. Xhaka menjadi incaran manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, yang ingin bersatu kembali dengan mantan gelandangnya saat sama-sama di Bayer Leverkusen.
Komitmen Xhaka pada Sunderland
Menurut Le Bris, keinginan Xhaka bertahan di Sunderland sudah sangat jelas. “Tidak, topik ini sudah ditutup,” ujar Le Bris usai laga persahabatan melawan Liverpool di Nashville, seperti dilansir dari sumber berita. “Ia sudah sangat jelas soal masa depannya. Ia mencintai Sunderland, ia ingin tetap di Sunderland. Ia ingin membangun masa depan Sunderland. Ia adalah kapten yang baik, pemimpin yang hebat.”
Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran Xhaka di tim. Musim lalu, ia menjadi motor utama Sunderland sukses lolos ke Liga Europa setelah promosi ke Premier League. Kehilangan pemain sekaliber Xhaka tentu akan menjadi pukulan berat bagi tim yang musim depan harus berlaga di kompetisi Eropa.
Aktivitas Transfer Sunderland yang Tenang
Meski akan menghadapi jadwal padat dengan adanya partisipasi di Liga Europa, Sunderland tergolong tenang di bursa transfer. Sejauh ini, mereka hanya mendatangkan bek senior asal Belgia, Thomas Meunier, dengan status bebas transfer dari Lille. Le Bris mengakui akan ada tambahan pemain, namun ia menegaskan bursa transfer kali ini jauh berbeda dibanding musim lalu.
“Akan sepi. Di bawah radar, ya? Saya tidak akan memberikan informasi,” tambah Le Bris. “Sebab saya pikir kami bekerja keras di belakang layar, dan sangat penting untuk tenang karena kalau tidak akan kacau. Kami mungkin akan melihat bursa transfer yang berbeda jika dibandingkan musim lalu. Kami harus merekrut 14 pemain baru. Tidak akan seperti itu tahun ini. Kita lihat saja nanti.”
Dampak pada Rencana Chelsea
Keputusan Sunderland ini tentu memaksa Chelsea mencari alternatif lain untuk memperkuat lini tengah. Xabi Alonso harus segera mengalihkan target ke pemain lain yang lebih realistis. Bagi Sunderland, mempertahankan Xhaka bukan hanya soal kapten tim, tetapi juga menjaga stabilitas ruang ganti dan performa di atas lapangan.
Sunderland menghadapi musim yang menantang dengan jadwal padat. Namun, dengan komitmen Xhaka yang sudah jelas, fokus tim kini beralih ke persiapan pramusim dan penguatan skuad secara bertahap.
Kesimpulannya, saga transfer Granit Xhaka ke Chelsea resmi berakhir. Sunderland berhasil mempertahankan pemain kuncinya, sementara Chelsea harus gigit jari dan mencari opsi lain. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa Sunderland tidak akan mudah menjual aset penting mereka, terutama di tengah persaingan ketat Premier League dan Eropa.
