Haaland Cetak Dua Gol, Norwegia Hajar Brasil dan Lolos ke Perempat Final Piala Dunia

Kemenangan Dramatis Norwegia atas Brasil

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Norwegia melaju ke babak perempat final Piala Dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari aksi gemilang Erling Haaland, sang mesin gol yang kembali menjadi pahlawan. Haaland bawa Norwegia menang dramatis 2-1 atas Brasil di babak 16 besar, dengan dua golnya di 10 menit terakhir pertandingan. Hasil ini sekaligus menjadi pembalasan atas kekalahan Norwegia di fase grup edisi sebelumnya dan menegaskan kebangkitan sepak bola Negeri Viking.

Kemenangan ini juga menjadi pembuktian besar bagi pelatih Ståle Solbakken. Selama setengah dekade terakhir, ia membangun tim yang tangguh dan mampu bersaing dengan raksasa seperti Brasil. Dengan torehan tujuh gol di turnamen ini, Haaland menjadi topsemenetara dan menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya bintang di level klub, tetapi juga motor serangan mematikan bagi Norwegia.

Babak Pertama: Brasil Mendominasi, Norwegia Bertahan

Sejak awal laga, Norwegia mencoba mendominasi Brasil—sebuah strategi berani yang tidak langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-3, Martin Ødegaard mengirim umpan terobosan indah kepada Julian Ryerson. Sayangnya, gol Patrick Berg yang memanfaatkan umpan tarik Ryerson dianulir karena offside, diperkuat oleh VAR. Insiden ini menandai awal pertandingan yang penuh kontroversi.

Penalti Gagal Brasil dan Peluang Terbuang

Memasuki menit ke-13, Brasil mendapat hadiah penalti setelah Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha di kotak terlarang. Wasit Ismail Elfath awalnya menolak, tetapi VAR meminta tinjauan ulang dan keputusan pun berubah. Namun, eksekutor Bruno Guimarães tampil mengecewakan. Alih-alih memberikan bola kepada Vinícius Júnior, ia mengambil tendangan dengan gaya lari tersendat-sendat dan melepaskan tembakan lemah yang mudah diamankan kiper Ørjan Håskjold Nyland.

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, kemudian mengungkapkan bahwa pemilihan penendang penalti didasarkan pada analisis statistik internal. Sayangnya, keputusan itu justru merugikan tim Samba. Sebelum turun minum, Brasil kembali membuang peluang: Vinícius dan Martinelli memaksa Nyland melakukan penyelamatan gemilang, sementara Ødegaard mengacaukan pertahanan Brasil dan memaksa Alisson bekerja keras. Di sisi lain, Haaland masih belum banyak terlibat dalam permainan.

Babak Kedua: Pergantian Solbakken Mengubah Permainan

Memasuki babak kedua, Solbakken melakukan perubahan drastis dengan menarik kedua sayap dan memasukkan Andreas Schjelderup serta Oscar Bobb. Keputusan ini langsung mengubah ritme laga. Ancelotti merespons dengan memasukkan pemain remaja Endrick menggantikan Cunha. Dalam sekejap, Endrick nyaris mencetak gol setelah menerima umpan cemerlang Vinícius, tetapi sentuhan keduanya terlalu berat dan tembakan kaki kirinya melebar.

Brasil mulai menguasai bola secara perlahan, tetapi Norwegia justru semakin nyaman bermain cepat melalui serangan balik. Alisson dipaksa memblok dua umpan silang berbahaya dari sisi kiri Norwegia, bahkan nyaris mengarahkan bola ke kaki Haaland. Lima menit kemudian, kekuatan fisik luar biasa Haaland mampu menahan dua bek tengah Brasil sekaligus, menciptakan peluang matang untuk Schjelderup yang sayangnya gagal dimanfaatkan.

Haaland Pahlawan di 10 Menit Terakhir

Dengan sembilan menit tersisa, Guimarães—yang tampil solid sepanjang laga kecuali gagal penalti—ditarik keluar karena kelelahan. Satu menit kemudian, Haaland bawa Norwegia unggul. Schjelderup mengirim umpan silang dari sisi kiri, Haaland melompat lebih tinggi dari bek klubnya sendiri, Gabriel Magalhães, dan menyundul bola dengan tajam ke pojok gawang Alisson. Gol keenam Haaland di turnamen ini membuat pendukung Norwegia bergemuruh.

Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Haaland kembali muncul. Ia mendapat ruang di tepi kotak penalti Brasil, menerima umpan Schjelderup, dan melepaskan tembakan rendah yang meluncur melewati Alisson. Gol ketujuhnya ini sekaligus mengunci kemenangan. Perayaan Haandler khas: berdiri diam dengan senyum tipis, sementara rekan setim dan suporter Norwegia di belakang gawang meluapkan kegembiraan.

Neymar Menangis, Era Baru Dimulai

Brasil mendapat pelipur lara di menit ke-90+9 ketika Neymar mencetak gol penalti dengan gaya lari tersendat-sendat. Namun itu terlalu terlambat. Peluit akhir berbunyi dan Neymar meninggalkan lapangan dengan air mata di tengah sorak sorai Norwegia. Kekalahan ini menandai berakhirnya era Generasi Emas Brasil yang gagal mencapai puncak. Di sisi lain, era baru Norwegia justru dimulai—dan mereka akan segera berlayar ke Miami untuk menghadapi perempat final.

Ganda Haaland tidak hanya mengamankan tiket perempat final, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Dengan 30 gol dalam 17 pertandingan kompetitif terakhir untuk Norwegia, Haaland telah menjadi pusat dari kebangkitan tim Viking. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat, tetapi dengan semangat juang dan mesin gol seperti Haaland, Norwegia layak diperhitungkan sebagai kuda hitam turnamen.