Burnley vs West Ham berakhir imbang 2-2 dalam laga perdana keduanya di Championship musim ini. Tuan rumah sempat tertinggal dua gol, tetapi Zian Flemming tampil sebagai pahlawan lewat dwigol dramatisnya pada babak kedua. Hasil ini membuat laga yang dinanti itu berakhir dengan hiburan yang layak bagi para pendukung yang hadir di Turf Moor.
Burnley dan West Ham datang ke kasta kedua sepak bola Inggris setelah sama-sama terdegradasi dari Premier League. Keduanya seperti band tribute Premier League, tim dengan banyak kekurangan kronis yang tetap berambisi segera kembali ke panggung utama. Namun, masalah-masalah lama itu kembali terlihat jelas ketika West Ham kehilangan keunggulan dua gol yang seharusnya bisa mereka jaga.
Jalannya Laga Burnley vs West Ham di Championship
Duel di Turf Moor itu berjalan sengit sejak menit awal. Burnley langsung mengambil inisiatif menekan pertahanan West Ham, tetapi keputusan buruk dan penyelesaian akhir yang tidak tajam membuat mereka gagal mencetak gol pembuka. West Ham pun selamat dari tekanan awal tersebut tanpa kebobolan.
Gol pertama West Ham lahir dari skema sepak pojok. Jarrod Bowen, kapten yang memilih bertahan di klub daripada mencari jalan cepat kembali ke Premier League pada musim panas ini, melepaskan umpan yang disambut Maximilian Kilman di tiang jauh. Kilman berhasil lolos dari kawalan Aaron Ramsey dan membawa tim tamu unggul lebih dulu.
West Ham kemudian menggandakan keunggulan melalui Manor Solomon pada babak kedua. Sebelum gol itu tercipta, Mohamadou Kanté menunjukkan kualitasnya dengan melewati Marcus Edwards di sisi kanan, lalu menarik bola ke belakang untuk diselesaikan Solomon dari jarak dekat. Menariknya, itu merupakan tembakan tepat sasaran kedua sekaligus terakhir bagi West Ham sepanjang laga, dan keduanya berbuah gol.
Dwigol Flemming yang Mengubah Segalanya
Sebelum akhirnya mencetak gol, Flemming menjalani malam yang membuat frustrasi. Sepanjang laga, berbagai peluangnya mengarah ke fans, kiper, tiang dalam gawang, bahkan diblok Ollie Scarles yang berada di garis gawang. Ia tampak seperti pemain yang tidak ditakdirkan mencetak gol pada malam itu.
Semua berubah ketika wasit menunjuk titik putih setelah Scarles secara kasar menjatuhkan Marcus Edwards di kotak penalti. Flemming maju sebagai eksekutor pada menit ke-83 dan berhasil menceploskan bola, meredakan kegugupannya setelah nyaris 83 menit membuang peluang. Gol itu sekaligus membuat laga kembali hidup dan menciptakan ketegangan di kubu West Ham.
Burnley akhirnya menyamakan kedudukan pada menit kedua waktu tambahan. Gagal membersihkan bola dari sepak pojok, gawang West Ham kembali bobol oleh penyelesaian Flemming. Dwigolnya itu sekaligus menjelaskan mengapa banyak klub tertarik memboyongnya di bursa transfer musim panas ini.
Analisis: Masalah Kronis West Ham di Laga Pembuka
Hasil ini kembali menggarisbawahi gaya konservatif Nuno Espírito Santo sepanjang kariernya. Setelah unggul dua gol, West Ham justru bermain pasif dan bertahan, jarang berusaha mencari gol tambahan. Burnley mampu memanfaatkan kelengahan itu dengan serangan balik cepat dari lini tengah yang terus merepotkan pertahanan tim tamu.
Nuno sendiri mengakui kualitas timnya menurun drastis di babak kedua. “Kami melakukan babak pertama yang sangat bagus dan menciptakan banyak peluang. Tidak begitu bagus di babak kedua, tetapi setelah mencetak gol kedua, kami seharusnya bisa menjaga hasil dengan lebih baik,” ujarnya. Ia kemudian mencoba memperbaiki lini tengah yang goyah dengan memasukkan James Ward-Prowse untuk menggantikan Pablo, tetapi pergantian itu tidak membawa perubahan berarti.
Masalah lain yang terpampang jelas ada di lini depan West Ham. Taty Castellanos minim pengaruh dalam laga ini, sementara Pablo masih belum menunjukkan level permainan yang diharapkan. Di bangku cadangan, tersedia lima pemain akademi yang tidak cukup dipercaya Nuno untuk dimainkan, sebuah indikasi kuat bahwa skuad ini belum lengkap.
Untuk menghindari masalah serupa di laga berikutnya, West Ham perlu segera berbenah. Ada beberapa hal yang tampaknya menjadi prioritas utama Nuno dan stafnya. Ketiganya menyangkut komposisi skuad dan cara tim menghadapi tekanan lawan.
- Mendatangkan striker baru yang tajam setelah lini depan minim kontribusi dalam laga ini.
- Menambah kedalaman skuad agar tidak terlalu bergantung pada pemain inti.
- Memperbaiki transisi bertahan ke menyerang supaya tidak mudah ditekan lawan.
Dua Raksasa yang Ingin Kembali ke Premier League
West Ham diunggulkan untuk langsung promosi musim ini, dan hasil ini menjadi pengingat bahwa perjalanan itu tidak akan mudah. Nuno menegaskan klub sudah mengetahui target dan kebutuhan tim, terutama di sektor penyerangan. Ia berharap tambahan pemain bisa segera didatangkan untuk memperkuat skuad.
Sehari sebelum laga, West Ham memecahkan rekor transfer Championship dengan mendatangkan Arne Engels dari Celtic. Namun, jelas masih ada pekerjaan rumah besar di lini depan mengingat minimnya opsi yang bisa diandalkan. Nuno tentu ingin lebih banyak pergerakan di bursa transfer sebelum jendela musim panas ditutup.
Di sisi lain, Nicky Hayen merayakan ulang tahunnya yang ke-46 dengan hasil manis di laga pertamanya sebagai pelatih Burnley. Ia mengajak para pemain melakukan lap of honour untuk mempererat hubungan dengan suporter yang selama ini kecewa dengan permainan tim di bawah pendahulunya. “Kami menunjukkan ketangguhan dan itulah mengapa saya sangat puas dengan para pemain ini karena mereka bekerja keras untuk membalikkan keadaan,” kata Hayen.
Hayen juga mengapresiasi dukungan suporter yang setia memberi semangat selama 95 menit penuh. Ia mengaku timnya sudah berjanji untuk membawa energi ke stadion dan terus berjuang sepanjang laga, dan itu persis yang mereka lakukan. Hayen pun berharap Flemming bertahan setelah penampilan gemilangnya, meski ia hanya bisa bercanda bahwa mencetak dua gol pada hari itu tidak membantu keinginannya mempertahankan sang pemain.
Burnley vs West Ham musim ini baru saja dimulai, tetapi laga ini sudah memberikan pelajaran berharga bagi kedua tim. Promosi dari Championship tidak akan ditentukan oleh reputasi semata, melainkan oleh konsistensi dan ketajaman di lapangan. West Ham pulang dengan satu poin yang nyaris menjadi kekalahan, sementara Burnley mendapatkan suntikan kepercayaan diri besar di awal musim.
Bagi para pendukung, laga ini menjadi tontonan yang menghibur sekaligus peringatan dini. Jika kedua tim ingin segera kembali ke Premier League, kelemahan yang terlihat di laga pembuka harus segera diperbaiki. Jika tidak, musim panjang di Championship bisa menjadi jauh lebih berat dari yang mereka bayangkan.
