Konsorsium Jeff Bezos yang menanamkan modal di Liverpool melalui 1892 Holdings memiliki hak membeli saham mayoritas klub dalam 12 bulan ke depan, jika Fenway Sports Group (FSG) memutuskan untuk menjual. Hak ini tertuang dalam perjanjian antara kedua pihak dan menjadi titik awal potensi perubahan kepemilikan di Anfield. Dengan kata lain, kendali Liverpool bisa berpindah tangan lebih cepat dari perkiraan banyak orang.
Kesepakatan tersebut diumumkan pada Jumat lalu dan langsung menjadi sorotan luas. Konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia dan didukung Jeff Bezos itu membeli 38 persen saham Liverpool, bukan 30 persen seperti perkiraan awal. Langkah ini menunjukkan bahwa 1892 Holdings bukan sekadar investor kecil, melainkan pemegang saham minoritas signifikan dengan kekuatan finansial besar.
Kesepakatan 1892 Holdings: 38 Persen Saham Liverpool
Sebelumnya, banyak pemberitaan menyebut konsorsium 1892 Holdings hanya akan menguasai 30 hingga sepertiga saham Liverpool. Rupanya angka itu meleset. Menurut laporan The Athletic, kesepakatan yang diteken justru mencakup 38 persen saham klub Anfield.
Untuk porsi tersebut, 1892 Holdings telah membayar FSG lebih dari £2 miliar. Transaksi ini menempatkan nilai Liverpool di kisaran £5,5 miliar. Padahal, ketika FSG membeli klub pada 2010, mereka hanya merogoh kocek sekitar £300 juta.
Hak Opsi yang Membuka Jalan Menuju Mayoritas
FSG menegaskan bahwa kerja sama dengan 1892 Holdings bukan bagian dari strategi untuk meninggalkan Liverpool. Mereka juga menekankan tidak ada kewajiban untuk menjual tambahan saham kepada konsorsium di masa depan. Namun, perjanjian yang ditandatangani memuat klausul yang memberi 1892 hak opsi untuk membeli saham pengendali jika FSG memutuskan menjual atau mengurangi kepemilikannya dalam 12 bulan ke depan.
Klausul ini perlu dipahami sebagai hak opsional, bukan komitmen formal dari FSG. Pemilik mayoritas Liverpool menegaskan opsi tersebut bisa membuka peluang investasi lanjutan, tetapi hingga kini FSG tetap memegang kendali operasional klub. Meski begitu, keberadaan opsi ini membuat skenario pengambilalihan oleh konsorsium Bezos menjadi semakin mungkin terjadi.
Konsorsium Jeff Bezos: Siapa di Balik 1892 Holdings?
Konsorsium 1892 Holdings dipimpin oleh Amit Bhatia, seorang pengusaha yang mendapat dukungan finansial dari Mittal Family Trust. Bhatia juga akan menempati posisi wakil ketua Liverpool dalam struktur kepengurusan yang baru. Ia adalah menantu Lakshmi Mittal, taipan baja asal India, yang kekayaan keluarganya ditaksir mencapai sekitar $17 miliar.
Jeff Bezos, pendiri Amazon sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, saat ini berperan sebagai investor pasif. Bezos masuk melalui K5 Sports fund, tempat dia menjadi lead investor. Sementara itu, Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook, juga menjadi bagian dari konsorsium dengan kekayaan diperkirakan sekitar $33 miliar.
Selain itu, Bryan Baum, salah satu pendiri dan managing partner K5 Global, akan mendapatkan kursi dalam jajaran direksi Liverpool yang diperluas. Ia akan duduk bersama Bhatia dan Elaine Saverin, istri Eduardo Saverin. Komposisi ini menunjukkan bahwa konsorsium membawa jaringan bisnis dan finansial yang sangat kuat ke dalam tubuh Liverpool.
Dampak bagi Masa Depan Liverpool
Jika 1892 Holdings mengeksekusi hak opsinya, FSG harus rela melepas statusnya sebagai pemegang saham mayoritas Liverpool. Kombinasi kekayaan Bhatia, Bezos, dan Saverin memberi konsorsium ini kapasitas finansial yang sangat besar untuk mengambil alih kendali klub. Namun, sampai keputusan itu benar-benar diambil, FSG tetap menjadi pengendali utama yang mengatur arah Liverpool sehari-hari.
Masuknya investor global ke Liverpool juga mencerminkan tren klub-klub besar Eropa yang semakin terbuka terhadap suntikan modal dari luar. Kehadiran nama sekelas Jeff Bezos di jajaran pemilik tentu akan meningkatkan daya tarik komersial Liverpool di mata sponsor dan mitra bisnis. Meskipun begitu, semua kemungkinan itu masih bergantung pada niat FSG dan langkah konsorsium dalam setahun ke depan.
Pada akhirnya, kesepakatan ini memberi konsorsium Jeff Bezos posisi tawar yang kuat untuk mengambil alih mayoritas saham Liverpool dalam waktu dekat. FSG boleh saja menyebutnya sebagai opsi, tetapi kehadiran klausul tersebut tetap menjadi sinyal bahwa kepemilikan Liverpool bisa berubah sewaktu-waktu. Penggemar sepak bola, khususnya pendukung The Reds, tentu akan terus memantau setiap langkah besar yang diambil oleh dua kekuatan di balik klub ini.
